Renungan Berjalan bersama Tuhan

Anda Ingin Bahagia?

Anda Ingin Bahagia?

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 26:36-46

Siapa yang tidak ingin bahagia dalam hidup ini? Saya percaya kita semua menginginkan kebahagiaan. Kita membutuhkan penyegaran untuk  menemukan kebahagiaan dalam mengarungi hidup setiap hari dengan segala suka duka, kelelahan, kejenuhan, dan sebagainya. Pasangan yang sedang berpacaran pasti mengalami kebahagiaan meskipun mungkin masih sangat dangkal karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan yang belum menjalani realitas hidup. Namun jelas, bahwa mereka bahagia. Kebahagiaan itu yang membuat mereka sering bertemu, berjalan-jalan, menonton film, makan bersama, dan sebagainya. Kita dapat mengatakan itu hanya kebahagiaan “semu” karena semua dijalani dalam kondisi sama-sama senang dan baik, bukan dalam kondisi kekurangan, banyak pergumulan, atau kesulitan hidup.

Bagaimana dengan kita yang sudah berumah tangga? Apakah “kebahagiaan” menjadi bagian dalam kehidupan kita setiap hari? Benarkah kita mengalami kebahagiaan yang diharapkan dan diinginkan? Apakah kebahagiaan selalu digerogoti oleh benalu rasa sakit hati, rasa tidak senang dan tidak puas, kekecewaan, kata-kata yang tidak enak didengar, dan sebagainya yang merupakan warna dalam kehidupan dan dapat terjadi kapan saja? Dimanakah kebahagiaan? Apakah ini pertanyaan kecil atau pertanyaan besar? Jawabannya tergantung pada kondisi dan keadaan kita saat ini. Jika itu adalah pertanyaan besar, berarti kebahagiaan sudah semakin jauh dari realitas kehidupan; jika itu pertanyaan kecil, berarti kebahagiaan masih mewarnai pergumulan hidup kita.

 

Satu hal yang pasti, kebahagiaan tidak datang tiba-tiba, juga tidak tercipta melalui mukjizat. Kebahagiaan ternyata harus dikejar, dicari, dan terus-menerus diusahakan dengan keras dan berkomitmen. Mengapa? Karena kebahagiaan membutuhkan pengertian dan komitmen untuk berjalan dalam kebenaran-Nya. Pemazmur berkata, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh” (Mazmur 1:1). Orang yang berbahagia adalah mereka yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk berada dalam kebenaran. Apakah kita ingin mendapatkan kebahagiaan sejati? Firman Tuhan menyatakan, yang berbahagia adalah mereka yang kesukaannya firman Tuhan dan menerapkan firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari. Selamat menjalani kebahagiaan bersama Tuhan. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tolonglah aku untuk terus mau belajar kebenaran firman Tuhan karena dengan kebenaran firman-Mu aku dapat menemukan kebenaran yang sejati, kebenaran yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
  2. Tuhan, pimpinlah kehidupan gereja agar senantiasa mencintai, mengajarkan, dan memberitakan firman Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *