Renungan Berjalan bersama Tuhan

Siap Setiap Saat

Siap Setiap Saat

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

2 Timotius 4:1-8

Kita semua hidup di dalam waktu yang terus berjalan, 24 jam sehari. Tuhan menciptakan waktu, dan dalam waktu itu kita terus menjalani hidup kita, bekerja, beristirahat, berkreasi, dan sebagainya. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa waktu begitu cepat berlalu karena mereka sibuk. Namun, ada juga yang mengatakan betapa waktu itu sangat lambat karena mereka tidak banyak memiliki pekerjaan, tidak ada aktivitas rutin, atau sedang sakit. Waktu yang kita alami bisa terasa menyenangkan dan menyusahkan, begitu cepat dan sangat lambat, dinanti-nantikan dan sangat menjenuhkan, semuanya itu tergantung dari apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Peristiwa menentukan apakah orang menjalani waktu dengan senang atau susah.

Paulus menasihati Timotius agar menggunakan waktu dengan baik. Paulus berkata, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2 Timotius 4:2). Bagi Paulus, kita semua hidup di dalam waktu, dan waktu dapat kita gunakan untuk hal-hal yang baik sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Waktu terus berjalan. Jika tidak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, maka waktu itu akan menjadi tidak bermakna atau tidak memiliki arti sama sekali. Bagi Paulus, waktu yang baik adalah waktu yang dijalani dengan “siap setiap saat”. Siap untuk apa? “Beritakanlah firman.” Ini tidak berarti kita semua terus-menerus setiap saat dipanggil untuk berkhotbah. Memberitakan firman bukan hanya melalui khotbah. Paulus memberikan contoh konkret, yakni tegurlah yang salah, nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Pemberitaan firman dapat juga diwujudkan dalam bentuk kesaksian hidup yang baik, yang saling mengingatkan dan saling mengasihi. Marilah kita menggunakan waktu dengan baik. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku menghitung hari-hari ini sehingga aku beroleh hati yang bijaksana. Biarlah waktu yang terus berjalan dapat aku isi dengan baik, terus berkarya untuk memuliakan Tuhan dalam pekerjaan yang bertanggung jawab, pelayanan yang sungguh-sungguh, kesaksian hidup yang nyata, dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
  2. Tuhan, mampukanlah anak-anak Tuhan yang berbisnis, yang duduk dalam lembaga-lembaga pemerintahan—baik sebagai pegawai sipil, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Majelis Perwakilan Rakyat, dan sebagainya—agar dapat menggunakan waktu dengan penuh tanggung jawab, bekerja dan memberikan teladan sebagai anak-anak Tuhan, bertanggung jawab penuh atas waktu kerja yang Engkau berikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *