Oleh: Pdt. Budianto Lim
1 Timotius 4:6-10
Sebagai kumpulan orang Kristen atau gereja, umumnya kita kepengen dikasih tahu hal-hal praktis bagaimana hidup Kristen itu dijalankan.
Nah bacaan 1 Timotius 4 tadi fokus untuk menjawab pertanyaan praktis itu. Bagaimana seharusnya cara hidup komunitas Kristen di tengah dunia yang sekarang kita hadapi? Sebagai pemuda/i kristiani, bagaimana praktisnya cara cari jodoh ala Kristen? Bagaimana saya besarin anak sesuai ajaran Kristen, mukul atau gak mukul? Bagaimana secara praktis saya hadapi kolega kantor yang sangat kompetitif tanpa menjadi sama seperti koleg tersebut? Bagaimana caranya supaya saya tidak jatuh selingkuh karena terpisah jarak dengan pasangan? Bagaimana cara praktis bisnis travel tanpa meremehkan bahwa pencobaan iblis itu selalu ada dan dosa terus mengintip untuk menjatuhkan?
Saya percaya seluruh pertanyaan ‘bagaimana’ bisa dijawab dari perspektif 1 Timotius 4 tadi. Oleh karena itu, pengajaran 1 Timotius 4 ini juga mempertegas dan menambah jawaban tentang bagaimana arahan 3 tahun GPBB “diubah untuk mengubah” bisa terjadi atas hidup kita setiap hari. Untuk tahun pertama, kami mau ajak jemaat semua menghidupi 1 Timotius 4:6-7. Karena ayat tersebut adalah ekspresi terpenting ibadah sejati yang diungkapkan dalam Roma 12:1-2. Persembahan tubuh kepada Allah perlu terjadi menyeluruh. Hamba Tuhan dan MJ menggumulkan apa saja cakupan menyeluruh tersebut. Kami percaya menyeluruh itu mencakup 6 area kehidupan Kristiani – 6 pilar hidup iman – yang harus diterapkan sebagai individu, keluarga, tim pelayanan dan sebagai gereja. Hal ini juga keliatan dari data mentah survey yang kita lakukan minggu lalu. Input-input jemaat bisa masuk dalam ke-6 pilar tersebut.
Tahun pertama ini kita mulai dengan area hidup beribadah dan bijak, karena kami hamba Tuhan yakin 200% – hidup menyembah Allah adalah segalanya. Penyembahan yang benar kepada Allah Tritunggal mengalir natural kepada area kehidupan lainnya. Pengurus yang tidak hidup intim menyembah Allah, pelayanan hanyalah aktivitas sosial kemasan rohani. Sebaliknya orang Kristen yang sungguh menyembah Allah, waktu ia melayani itu adalah aktifitas Roh yang berdampak sosial.
Banyak dari kita tidak menyadari bhw waktu kita percaya Kristus, kita mengalami pergeseran sentral hidup. Tadinya menyembah yang bukan tuhan. Sekarang menyembah Allah yang benar. Salah satu bukti konkrit adalah Bp Harun Yusuf, mantan tukang ramal nasib atau orang “pinter” atau tukang kwamia.
Perhatikan secuil cuplikan interview kesaksiannya.
Q: Benarkah seseorang yang datang minta di kwamia, rohnya sudah dikuasai terlebih dulu?
A: Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman roh yang saya pelihara. Sejak itu roh pasien tunduk pada roh saya. Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan bercerai, maka rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai! Padahal sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru menakdirkan, merencanakan semuanya itu. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu, makin bahaya, berarti yang dipeliharanya makin hebat. Bekingnya makin hebat.
Q: Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang Kristen yang masih datang untuk dikwamia atau diramal?
A: Orang Kristen yang pergi ke tukang kwamia?
Q: Oh, banyak. Banyak sekali. Dulu, sebelum saya bertobat dan percaya Yesus, sudah bukan rahasia lagi jika diantara sekian banyak pasien saya, banyak yang beragama Kristen. Tetapi, setelah saya bertobat, saya ingin memberitahukan kepada mereka untuk menghentikan hal tersebut. Sebab, jika masih pergi ke tukang kwamia, orang itu dipaksa tunduk dan menuruti ramalan-ramalan tersebut. Jadi setelah saya bertobat, memang masih banyak yang datang minta ramalan. Tapi saya bacain firman Tuhan dari Roma 6:16. Kepada siapa kita taat, kita menjadi hambanya. Nah, jika orang Kristen masih pergi dan percaya kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh tukang kwamia. Dan itu pasti ada tumbalnya. Seperti yang dulu pernah saya alami. Saya kehilangan 2 orang anak tanpa tahu penyebabnya. Tetapi setelah terima Yesus, saya menyembah Tuhan yang benar, lalu Tuhan kasihani saya dengan mengaruniakan 2 anak, saya putuskan hubungan dengan seluruh kegelapan, lalu serahkan seluruh hidup dan tubuh saya untuk Yesus.
Perubahan sentral hidup menjadi penyembah Allah di dalam Yesus. Yang diubah dari Bp Harun Yusuf adalah kepada siapa roh dan tubuhnya menundukan diri. Sebelumnya Ia tunduk dan jadi budaknya iblis sang tuan. Setelah Kristus menangkapnya, sebagai hamba ia menundukan diri dan menyembah kepada Yesus Kristus.
Sumber kekuatan dan kesegaran hidup yang diubahkan berada pada hidup penyembahan. Itulah kebenaran hakiki dari Roma 12:1-2.
Mengapa responnya ‘mempersembahkan’? Karena respon atas belas kasihan Allah tidak boleh berhenti pada niat atau tekad, tetapi harus ada yang keluar dari diri kita, ada yang berkurang dari kita. Oleh karena itu, hidup menyembah adalahkerja aktif bukan untuk menambah keuntungan diri sendiri. Dan karya itu bukanlah tindakan sembarangan dan sembrono. Tetapi kudus dan menyenangkan Allah, bukan manusia.
Mengapa yang dipersembahkan itu tubuh yang hidup? Karena hidup penyembahan yang benar harus mengalir natural untuk disaksikan orang lain. Waktu kita menyembah Tuhan, kita bersaksi kepada sekitar akan siapa Tuhan yang kita sembah. Berarti hidup bersaksi atau misi-penginjilan adl validasi seorang Kristen yang sungguh-sungguh menyembah Allah Tritunggal.
Lalu bagaimana persembahan tubuh yang hidup, kudus, menyenangkan Tuhan itu bisa terjadi? Jawaban pertama di Roma 12:2 beri jawaban “Jangan jadi serupa dengan dunia, tetapi ber-metamorphosis-lah dengan terus menerus perbaharui cara pikir”. Jawaban ini mengundang observasi dan imajinasi kita atas peristiwa alam.
Video Metamorphosis – Metamorphosis itulah gambaran yang perlu terjadi dalam kehidupan Kristiani. Ada 3 aspek penting dalam transformasi yaitu waktu, makanan dan istirahat. 3 aspek tersebut sangat diperlukan agar jawaban kedua dari 1 Timotius 4:6-7 bisa terjadi.
Hidup penyembahan, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan hidup kudus menyenangkan Allah – hanya bisa terjadi kalau cara pikir kita terus diperbarui. Apa yang tubuh kerjakan, semua bergantung pada isi pikiran kita. Kristiani atau tidak cara pikir kita bergantung apa yang dimasukin ke dalam pikiran dalam kurun waktu tertentu. Apakah 2 elemen dari firman Tuhan tersebut mendominasi pikiran kita secara kontinu?
Waktu kuliah di bina nusantara, pikiran saya tidak didominasi oleh 2 elemen firman Tuhan ini. Isi pikiran saya lebih banyak untuk cari akal gimana bisa bayar uang kuliah tiap semester. Apa yang bisa hasilkan duit, saya kerjakan. Masuk kuliah supaya duit yang udah dibayar itu gak mubazir, bukan karena saya suka kuliahnya. Karena ini terjadi tiap semester selama 4 tahun kuliah, persekutuan Kristen di kampus gak saya ikuti. Akhirnya begitu lulus gak banyak mikir – perusahaan pertama yang terima saya ambil. Saya gak mikir banyak nyambung apa gak dengan gelar yang sudah didapat. Tuhan baik kasih saya masuk BCA.
Buat teman2 pemuda/i, apa yang mendominasi pikiran kamu sehari-hari untuk kurun waktu tertentu?
Menurut rasul Paulus, makanan sehat buat pikiran perlu terus-menerus di konsumsi, yaitu “pokok-pokok iman (“words of faith”) dan ajaran sehat” (“good doctrine”). Makanan rohani ini dikontraskan dengan junk food berupa ajaran tahayul dan dongeng nenek2 tua (“irreverent dan silly myths”). Paulus pakai 2 istilah yang dikenal para pemikir filsafat yunani. Paulus tegaskan supaya ajaran spt itu ditolak oleh Timotius, sebab itu junk food. Misal: 1 Tim,1:4 dongeng-silsilah yang dicari-cari arti rohaninya. Kalau jaman kita, Bible Code-pernah ada tentang arti-arti tersembunyi dari huruf-huruf Alkitab bahasa Ibrani. Jangan gampang percaya ajaran-ajaran junk food. Tetapi konsumsi ajaran berupa makanan sehat dari Firman.
Di zaman sekarang, ajaran yang klaim dari kitab suci pun juga gak bisa dipercaya gitu saja. Contoh: Gereja yang ngajarin untuk panggil Allah sebagai mama. Asal dari Korea: World Mission Society Church. Alkitab mengajarkan Allah memiliki karakteristik feminin seperti di Hosea 11:3-4, Yesaya 49:5, Matius 23:37, Lukas 13:34. Tetapi tidak diajarkan panggil Allah sebagai ibu. Kalau jemaat ketemu para penginjil gereja ini, sebaiknya tidak perlu buang waktu. Komunitas ini tidak percaya pada Yesus Kristus, tetapi pada Christ Ahnshanghong.
Kalau selama ini kita gak makan makanan sehat dari firman, dari doktrin ortodoks yang teruji ratusan tahun; kita akan mudah ketipu. Sebab ajaran salah itu bedanya seringkali seperti sehelai rambut, tipis.
Oleh karena itu, supaya cara pikir kita terus diperbarui sehingga bisa beri penyembahan yang hidup-kudus-menyenangkan Allah; tolak semua ajaran yang ngaco. Sebagai satu keluarga Allah, apa yang kita konsumsi ketika bersekutu dan belajar dalam kelompok kecil? Opini manusia berdasarkan pengalaman hidup? Menonjolkan wawasan pribadi yang luas karena sering bisnis travel, sering dengar ini dan itu? Semoga tidak. Saya bersyukur ada Sdr/i yang sengaja cari makanan sehat firman Tuhan lewat BSF-Bible Study Fellowship.
Makanan rohani yang sehat juga disebut Paulus dalam Kolose 3:16 sebagai perkataan kristus – “hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Perhatikan bahwa perkataan Kristus yang mengisi kita bisa terjadi ketika penyembahan lewat pujian kita lakukan dengan kesungguhan. Isi pikiran kita dengan semua elemen ini, sehingga kita dapat beri persembahan tubuh dengan benar.
Darimana Paulus tahu semua pengajaran ini? Paulus menerima semua dari Tuhan Yesus Kristus. Lalu disampaikan kepada komunitas Kristen abad 1 dan Timotius-seorang gembala muda bagi gereja Efesus. Tujuan utamanya adalah supaya komunitas Kristen paham bagaimana seharusnya mereka berperilaku di tengah zaman. Tujuan ini eksplisit disebut di pasal 3:14-15. Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. 15Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga (oikos) Allah, yakni jemaat (ekklesia) dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
Bagaimana seharusnya komunitas orang Kristen hidup-inilah aspek hidup bijak. Kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup-kudus-menyenangkan Allah – ini hidup penyembahan. Bagaimana caranya? Metamorphosis cara pikir. Cara pikir berubah karena pikirannya diisi dengan ajaran yang sehat dan benar. Seluruh proses ini tujuan utamanya: supaya kita tahu bagaimana berperilaku sebagai gereja, komunitas orang Kristen.
Semua ini tidak mungkin kejadian kalau kita tidak melatih diri beribadah, 1 Tim 4:7b. Istilah gymnasia-gymnasium diterjemahkan ‘latihlah, exercise, discipline’. Kata dasarnya gymnos arti literal ‘naked’. Atlet Yunani berkompetisi dengan telanjang. Menunjukan keperkasaan dan supaya seluruh gerakan tidak diganggu dengan pakaian. Semua keringat akan nampak bahwa atlet itu latihan dengan terus menerus. Berarti mengisi pikiran dengan ajaran sehat itu adalah gymnastic rohani. Meletihkan, kerja keras, cape, tidur lebih sedikit, kadang gak nemu jawaban, keluar uang, harus cuti, butuh catat, cari materi untuk belajar firman, baca buku rohani, dan lain-lain. – itu semua gymnastic rohani.
Tujuan utama adalah membentuk kesalehan kristiani yang jangkarnya adalah Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita lakukan gymnastic rohani dengan tujuan yang tepat – isi pikiran dengan perkataan Kristus – seluruh perilaku kita akan mengalami perubahan.
Lakukan gymnastic rohani mengisi pikiran Anda dengan perkataan Kristus dalam tahun ini. Secara praktis, jika Anda belum pernah berusaha baca Alkitab Kejadian-Wahyu; tantang diri Anda baca. Kalau Anda sudah coba, tetapi mandeg di tengah jalan; coba lagi. Kelompok kecil yang selama ini bahannya hanya bikin Anda diskusi tak berujung. Ubah gaya tersebut. Kembali ke firman. Pengurus komisi kalau selama ini ketemu gak pernah ada renungan, jadikan perkataan Kristus diam ditengah-tengah kepengurusan.
Lakukan semua itu sebagai persembahan tubuh yang hidup-kudus-menyenangkan Allah. Semoga hidup penyembahan yang benar itu menolong kita tahu bagaimana hidup bijak di tengah zaman ini.

