Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Lama

Khotbah Natal: Manusia Bertanya, Raja Turun Tahta

Manusia Bertanya, Raja Turun Takhta Mazmur 97 oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Saya rasa bukan kebetulan apabila kita merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, beberapa hari menjelang tahun ini berakhir. Sebagai umat Tuhan, ketika kita merayakan Natal, kita juga mendapatkan kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun ini. Kalau Anda ditanya apakah Anda… Read More Khotbah Natal: Manusia Bertanya, Raja Turun Tahta

Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Khotbah Natal: Allah Murah Hati, Allah Memberi

Allah Murah Hati, Allah Memberi Titus 3:4-7 oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Seorang pria sedang memikirkan hadiah apa yang tepat bagi ulang tahun mama mertuanya. Mama mertuanya terkenal kaya raya namun pelit, cerewet plus judes. Akhirnya, pria itu menghadiahkan sebidang tanah di tempat pemakaman umum di kota itu. Mama mertuanya tentu saja terkejut dengan… Read More Khotbah Natal: Allah Murah Hati, Allah Memberi

Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Khotbah Natal: Saat Menyembah, Allah Memberi Arah

Saat Menyembah, Allah Memberi Arah Matius 2:1-11 oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Namanya Maizatul Farhana, siswi  kelas 7 (atau 1) SMP Negeri 3 Batam. Ia yang hari itu tepat memasuki usia 13 tahun seperti biasa masuk ke kelasnya. Teman-teman yang mengetahui bahwa hari itu ia berulang tahun mengajaknya ke kantin sekolah. Setelah kembali ke… Read More Khotbah Natal: Saat Menyembah, Allah Memberi Arah

Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Khotbah Natal: Tak Pernah Sendiri, Allah Menyertai

Tak Pernah Sendiri, Allah Menyertai Yohanes 1:1-14 oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Seorang pendeta sedang menerima kado yang diberikan oleh beberapa murid Sekolah Minggunya. Anton, anak yang pertama, menyerahkan sebuah kotak kecil kepada sang pendeta. Sambil tersenyum, sang pendeta menerima pemberian itu. Ia tahu bahwa ayah Anton mempunyai toko yang menjual cokelat. Ia pun… Read More Khotbah Natal: Tak Pernah Sendiri, Allah Menyertai

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tinggal di Sotoh Rumah

“Tinggal di Sotoh Rumah” oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah daripada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar” (Amsal 21:9). Sandang, pangan, papan paling tidak menjadi kebutuhan dasar dalam hidup manusia. Kita membutuhkan pakaian. Makan menjadi tuntutan kebutuhan yang paling primer. Sedangkan papan, yaitu kebutuhan akan tempat tinggal. Orang… Read More Tinggal di Sotoh Rumah

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jalan Lurus dan Liku-Liku

“Jalan Lurus dan Liku-liku” oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya” (Amsal 21:8). Kita pernah menjumpai banyak orang dan mereka mempunyai keunikannya masing-masing. Ada orang yang memang sejak lahir menjadi orang yang pendiam. Ia bisa diam seribu bahasa selama berjam-jam walaupun di tengah kerumunan orang banyak. Bahkan,… Read More Jalan Lurus dan Liku-Liku

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Perbuatan lebih Mulia daripada Persembahan

Perbuatan lebih Mulia daripada Persembahanre oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan Tuhan daripada korban” (Amsal 21:3). Mana yang lebih dulu, kebenaran atau keadilan? Orang yang berada dalam kebenaran pasti berlaku adil, atau sebaliknya, orang yang menegakkan keadilan pasti berada dalam kebenaran? Mungkinkah bagi seseorang melakukan keadilan, tetapi ia belum tentu… Read More Perbuatan lebih Mulia daripada Persembahan