Site icon

Bersaksi bagi Tuhan

Bersaksi bagi Tuhan (Kisah Para Rasul 1: 6-17)

oleh: Pdt.Em. Samuel Tjahjadi

 

1. Pada masa kini kekuatan utama dalam menjual suatu produk adalah promosi. – mempropagandakan atau mem-perkenalkan produk yang mau dijual. di mana-mana kita dapat melihat papan-papan reklame. Belum lagi, teve, radio, surat kabar, majalah juga diisi dengan iklan-iklan yang memperkenalkan berbagai produk, dari sabun mandi, shampo, kecap, deterjen, sepeda motor dsb. Seringkali suatu produk yang kurang baik dapat laku terjual, bila dipromosikan dengan baik.

2. Tetapi sarana promosi terbaik bukanlah melalui iklan di teve, radio atau papan reklame. Sarana promosi terbaik ternyata adalah melalui promosi dari mulut ke mulut. Perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali pilihan kita membeli suatu barang, ditentukan oleh promosi dari tetangga, teman se kantor, keluarga dsb. Ketika pertama kali masuk kota Pasuruan, jemaat beritahu, “di alun-alun ada sate kambing, es campur paling enak se- kota Pasuruan”; masuk Sby sama, “belanja di situ – murah” “Lho, jangan beli merk itu, kurang bagus, aku biasa pakai ini dan itu. Kesaksian adalah promosi terbaik.

3. Sekarang, apa anda pernah bersaksi tentang Yesus Kristus kepada orang lain? Di gereja saya, dalam persekutuan kaum muda atau KTM atau di kebaktian wilayah ada kesempatan untuk bersaksi. Tetapi biasanya kesempatan bersaksi jadi saat teduh – sirep, gak ada yang bersaksi. Atau kalau ada yang bersaksi ya orang-orang itu saja yang bersaksi. Mengapa bisa begitu? Karena kadangkala orang malu atau takut untuk bersaksi. Padahal bersaksi = panggilan hidup orang percaya.

4. Kita malu atau takut bersaksi, karena kita salah mengerti tentang bersaksi. Bagi banyak orang kristen : bersaksi adalah berkotbah tentang Yesus, mengutip ayat-ayat Alkitab, menceritakan pengalaman-pengalaman yang ajaib, mujizat pertolongan Tuhan. Karenanya kita takut bersaksi, kita bungkam, “aku gak pandai bicara”; tidak tahu banyak mengenai Alkitab, karena merasa tidak punya sesuatu yang ajaib untuk disaksikan.

5. Sedangkan untuk bersaksi tidak perlu hafal ayat-ayat Alkitab, bagikan 4 hukum rohani atau mengalami hal-hal yang luar biasa terlebih dahulu. Karena bersaksi = mem-perkenalkan Tuhan Yesus. Dalam ay.8, Tuhan berfirman, kamu akan menjadi saksiKU – saksikan Yesus. Matias dipilih menggantikan kedudukan Yudas menjadi rasul supaya ia menjadi saksi dengan para rasul lainnya tentang Yesus yang bangkit. (Kis.Ras.1:22). Itulah bersaksi, sederhananya: beritahu orang lain tentang Yesus; bahwa ada seorang “Juruselamat yang hidup”.

6. Oleh karenanya, bersaksi tak perlu menunggu sampai mengalami hal-hal yang besar dan luar biasa. Kita bisa bersaksi tentang hal-hal yang sederhana yang kita alami. mis. coba anda renungkan pertanyaan saya ini “apakah anda yakin bahwa anda dipelihara oleh Tuhan? Dalam hal apa? Bagaimana caranya?”. mis. seorang ibu cari nafkah dengan jualan rujak tolak bantuan diakonia, beri pada yang lainnya yang lebih butuh. Alasan,”berkat Tuhan gak kurang-kurang”. Hidup ibu yang tenang = kesaksian bagi tetangga-tetangganya.

7. Mungkin anda tidak menyadarinya, tetapi hidup anda dan saya sebagai orang Kristen = suatu kesaksian bagi sekitar kita. Rasul Yohanes dalam 1 Yoh.5:10.a mengatakan, barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya. Kesaksian apa? Ay.9, kesaksian yang Allah berikan tentang AnakNya – Yesus Kristus – bahwa Tuhan Yesus hadir menyertai anda dalam segala pengalaman hidup.

8. Begitu anda jadi kristen, ikut Tuhan Yesus, langsung, dengan sendirinya anda jadi saksi Kristus – suka tidak suka, mau tidak mau. Hidup anda yang menyaksikannya. Perhatikan tanggapan masyarakat, ketika tetangga mendengar suami isteri kristen bertengkar, gosip “mereka ke gereja….”. Sedang bila pasangan agama lain bertengkar diam saja, agamanya nggak disinggung ~ Pilipus tertangkap basah ngutil di toko swalayan; Lydia gelapkan puluhan mobil dsb. Apa artinya? Orang-orang di sekitar kita memperhatikan anda dan saya. Perbuatan serta tingkah laku kita bicara lebih keras, lebih kuat ketimbang kata-kata kita.

9. Kehidupan kristen macam apa yang anda saksikan? Apa hidup anda menyaksikan bahwa anda punya Juruselamat yang hidup, yang Mahakuasa? Bahwa anda dipelihara oleh Tuhan? Kalau hidup anda selalu ribut, suka bertengkar, KDRT; hutang gak bayar, selalu susah, takut, panik, kacau – semua itu menyaksikan anda tidak punya Juruselamat, Tuhan itu tidak ada. Boleh rajin ke gereja, berdoa, tetapi hidup anda saksikan, “Aku tidak punya Juruselamat, maka- nya aku panik, perlu korupsi, nipu, KDRT” dsb.

10. Jangan salah paham, saya tidak mksudkan bahwa orang Kristen gak boleh kuatir, takut, susah. Susah, kuatir, takut itu wajar, kita masih manusia yang lemah, terbatas. Tetapi kalau kuatir dan takut kita jadikan kita mata gelap, nekad, cari jalan keluar sembarangan, beli togel, cari orang pintar dsb – keliru. Orang kristen yang yakin betul bahwa Yesus = Juruselamat yang hidup, Mahakuasa ngga akan nekad, mata gelap, karena dia tahu Yesus = Juruselamatku, Dia pasti akan menolong aku. mis. seorang ibu suaminya dipenjara karena terlibat Gestok, nangis di kamar, bingung bagaimana mesti nafkahi hidupnya dengan 2 anak kecil-kecil. Prt tengah ngepel rumah sambil nyanyi nyanyian SM kalau iblis berseru jangan maju, maju saja diulang-ulang. Tambah jengkel karena suara serak, berisik. Ketika mau tegur Tuhan ingatkan mengapa dengarkan suara iblis? Sadar, kuat, maju lagi. Itu artinya punya Juruselamat.

11. Jadi kristen, punya Juruselamat tidak berarti hidup selalu senang, kuat, menang, sukses, selalu beriman, tidak pernah mengalami susah. Pada masa kini, kita dapat mendengar pengajaran-pengajaran yang mengatakan bahwa bila ikut Tuhan Yesus, hidup kita selalu sukses, menang. Kita dapat menikmati kehidupan taman Eden sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Pengajaran yang enak di dengar, tetapi jujur saja tidak sesuai dengan kenyataan.

12. Adalah suatu kenyataan bahwa hidup di atas muka bumi ini sangat menyakitkan dan amat sukar. Dalam kehidupan di dunia, tidak seorang pun bisa lepas dari kesukaran dan masalah – masalah keuangan, kesehatan, kepercayaan, keluarga, konflik dsb. Setiap kita tentunya pernah mengalami kesukaran dan pergumulan hidup. Kita hidup dalam dunia yang telah dirusak oleh dosa dan di tengah-tengah manusia berdosa. Kita tidak bisa lari dari akibat kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa. Terlebih-lebih bagi pengikut Kristus. Mengikut Kristus berarti kita teken kontrak untuk menderita. Sebagai umat beriman, kita senantiasa menjadi sasaran pencobaan dan peperangan. Baca kitab Kis.Ras, gereja mula-mula terus menerus alami dilawan, dimusuhi, dianiaya. Tak mudah jadi kristen.

13. Dalam Yoh.17:14, Tuhan Yesus mengingatkan bahwa “dunia” membenci kehadiran umat beriman. Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia mem-benci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. lebih lanjut dalam Yoh.15: 18,19 Tuhan bersabda, Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Dunia yang dimaksudkan di sini bukanlah dunia yang kelihatan.

 

14. “Dunia” atau “duniawi” tidak dibatasi oleh suatu cara hidup atau situasi tertentu, seperti pergi menonton bioskop, ikuti sinetron teve, senantiasa memperhatikan penampilan, pekerjaan dsb. Belum tentu. Memikirkan kebutuhan-kebutuhan hidup itu mutlak perlu. Namun bila mencari uang berubah menjadi “cinta” uang, itu yang namanya duniawi. Itu peringatan rasul Paulus dalam 1 Tim.6:9,10, hati-hati dengan ingin kaya, cinta uang, memburu uang. Menikmati kesenangan dunia adalah bagian dari kehidupan manusiawi kita, kita perlu juga rekreasi. Tetapi bila dalam menikmati kesenangan kita lupa daratan, maka dia menjadi sesuatu yang duniawi. Kaum muda olahraga basket, boleh, tetapi bila sampai abaikan persekutuan muda-mudi, kebaktian, berdoa – itu duniawi, jadi berhala.

15. “Dunia” atau “duniawi” = suatu cara pikir dan cara hidup yang bertentangan dengan Allah. Dunia senantiasa melawan, menentang Allah. mis. karakter dunia senantiasa mengejar kemegahan, kedudukan kekuasaan, sebalikya bagi Allah: pengabdian, pelayanan, kerendahan. Dunia pusatkan perhatian pada kebendaan, yang kelihatan; Allah melihat kerohanian yang tidak nampak. Maka, bisa saja terjadi bahwa anda dan saya adalah orang Kristen, rajin dan setia beribadah, melayani Tuhan, tetapi duniawi. mis. jemaat kota Korintus yang kaya dengan karunia-karunia Roh Kudus, namun Paulus tegur ‘duniawi’.

16. Tuhan mengingatkan bahwa dunia membenci umat percaya karena kita tidak berasal dari dunia. Oleh karena itu, pengikut Kristus tidak terhindar dari masalah dan pergumulan. Menjadi kristen tidak pernah berarti hidup akan senantiasa lancar, bebas dari masalah dan sesal. Bahkan kadangkala hidup orang tidak beriman nampaknya jauh lebih nyaman dan mudah dibandingkan kita umat beriman.

17. Selamat dalam Yesus Kristus itu bukan hanya berarti selamat dari bencana dan masalah, tetapi juga selamat di tengah-tengah masalah dan bencana. Tuhan Yesus dapat menyingkirkan duri dan onak yang mengganggu jalan hidup kita, menyingkirkan salib yang memberatkan bahu kita. Akan tetapi Tuhan pun dapat membiarkan duri dan onak tetap mengganggu, tetapi memberikan kita kaki yang kuat untuk tetap melangkah maju sampai pada kemenangan. Membiarkan kita tetap memikul salib, namun Tuhan ikut membantu kita memikul salib itu. Allah membiarkan Yusuf dijual sebagai budak Potifar, di fitnah, dipenjarakan bertahun-tahun tanpa melewati proses pengadilan. Tetapi berulang Alkitab menyaksikan TUHAN menyertai Yusuf, Yusuf disertai TUHAN… dimana? Di rumah Potifar, dalam penjara. Di mana Tuhan menyertai, melindungi Daniel? Dalam lubang, di tengah-tengah singa.

18. Tuhan kadangkala membiarkan kita menghadapi masalah dan kesukaran hidup, agar dengannya kita dapat memulia-kan Tuhan, bersaksi tentang Kristus. Lagu “Yesus Kawan Sejati”, ditulis oleh Joseph Scriven yang mengalami 2 X kehilangan calon isterinya menjelang hari pernikahan. Fanny Crosby : “S’lamat Di Tangan Yesus – Safe In The Arms Of Jesus, yang menderita kebutaan sejak kecil.

19. Ketika kita melihat dan mengalami pemeliharaan dan perlindungan Tuhan di tengah-tengah masalah dan pergumulan kita, kita mempunyai kesaksian bagi orang-orang lain akan kuasa dan cinta kasih pemeliharaan Tuhan. Dan pemeliharaan Tuhan itu bukan soal mujizat, boleh jadi pemeliharaan sederhana dan biasa.

20. Kalau hanya soal tanda dan mujizat, anda dan saya tidak perlu jadi kristen. Semua agama dan kepercayaan mempunyai dan mampu melakukan hal-hal yang ajaib. Tetapi kuasa dalam kelemahan, kuat di tengah-tengah
derita – hanya Kristus yang dapat memberikannya.

21. Oleh karenanya kadangkala Tuhan Yesus membiarkan kita menghadapi masalah dan kesukaran hidup. Ia membiarkan kita mengalami pergumulan dan derita, karena melaluinya Tuhan mendidik, kita membentuk kita. Tuhan tidak inginkan kita jadi anak yang manja, cengeng dan penakut. Tuhan mendidik kita menjadi kuat dan tangguh, tabah dalam hidup, sambil tetap bergantung kepada kasih Tuhan.

22. Mazm.18:31, 33-35, Tuhan = perisai, tetapi…. Tuhan tidak mendidik anak-anakNya untuk melarikan diri dari masalah, tetapi untuk berani menghadapi dan sanggup mengatasi masalah demi masalah bersama Tuhan. Tuhan mengurapi Daud sebagai raja menggantikan raja Saul, tetapi nyatanya puluhan tahun Daud menjadi pelarian yang di kejar-kejar raja Saul dan beberapa kali nyaris tertangkap. Dan Tuhan bungkam, membiarkan Daud hidup dalam ketakutan, perasaan was-was setiap saat. Tetapi Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi Daud, raja Saul tidak pernah dapat menangkap Daud. Bahkan raja Saul harus mengakui bahwa “Tuhan beserta Daud”.

23. Lewat pengalaman-pengalaman yang tidak nyaman dalam pelarian, senantiasa dalam ketakutan, dalam ketidak-pastian masa depan, Daud belajar hidup bergantung kepada Tuhan setiap saat, belajar mempercayakan hidupnya, masa depannya, nasibnya ke dalam tangan Tuhan. Ia mengalami sendiri realita pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Kebenaran tersebut bukan omong kosong, teori, tetapi fakta! Kepada rasul Paulus, Tuhan menegaskan, Ia tidak akan menyembuhkan Paulus, namun Ia melimpahkan anugerahNya sedemikian sehingga di tengah-tengah kelemahan, rasul Paulus dapat tetap kuat, tabah, ber-prestasi. Tuhan berfirman, cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna (2 Kor.12:9).

24. Di dalam kita menghadapi kesukaran dan derita hidup, Tuhan tidak membiarkan kita bergumul seorang diri. Tuhan tidak meningggalkan kita, Ia tetap mendampingi kita, memberi kekuatan, memberi petunjuk dan perlindung an, agar kita tidak binasa oleh dunia. Setelah mengingatkan kita bahwa dunia membenci kita, Tuhan melanjutkan doa-Nya dalam ay.15, Aku tidak meminta, supaya Engkau meng-ambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Tuhan Yesus menguatkan anda dan saya dalam perjalanan kita mengarungi dunia ini.

25. Kristus menguatkan anda dan saya dalam perjalanan kita dalam dunia yang keras dan pahit ini. Kita harus belajar menghadapi realita hidup yang sukar, yang keras dan pahit ini bergantung pada kasih karunia Yesus Kristus, dalam kuasa Roh Kudus, menghadapi orang-orang lain dalam kasih dan mengalami dan membuktikan sendiri kebaikan dan kasih pemeliharaan Allah di tengah-tengah semua kesulitan hidup kita.

26. Oleh karenanya penting bagi kita untuk membina iman kristiani yang hidup melekat dengan Tuhan. Kehidupan kristiani kita haruslah menjadi kehidupan dalam relasi yang hidup dan akrab dengan Tuhan Yesus. Pemazmur dalam Mazm.1 menggambarkan bagaikan pohon yang ditanam di tepi sungai. Ia mendapatkan aliran air tak henti-hentinya sehingga meskipun musim panas berkepanjangan, ia tetap segar, tetap berbuah. Demikian pula hidup anda dan say boleh-boleh saja dilanda teriknya panas matahari pencobaan, daun-daun kesegaran berguguran, anda dan saya dilanda kekecewaan, kelesuan, dukacita, bahkan keraguan meng-ganggu hidup iman anda. Tetapi ketahui-lah, hidup anda ada dalam Kristus. Kristus ada, hadir dalam hidup anda, juga di tengah-tengah kelesuan, kedukaan, kebimbangan yang mengganggu. Dia-lah yang akan membuat anda dan saya dapat tetap bertahan, tabah dan setia juga di tengah-tengah masalah dan pergumulan, betapa beratnya pun hidup ini.

27. Kristus hadir dalam hidup anda dan saya melalui Roh Kudus. Roh Kudus itulah penggenapan janji Kristus, bahwa Ia senantiasa menyertai kita sampai kepada akhir zaman. Sebagai orang kristen kita memiliki kehadiran Tuhan yang hidup – Kristus yang bangkit – dalam suka dalam duka, sehat sakit, sukses gagal, manis pahit, kuat lemah. Kita tidak pernah seorang diri. Kita tidak melihat Dia, tidak memegang, meraba, bahkan kita tidak merasakan kehadiranNya, tetapi Dia ada, Dia hadir dan Dia menopang anda dengan kuasa kebangkitanNya. Segala sesuatunya berjalan seperti biasanya, tidak ada tanda dan mujizat. Anda tetap lemah, tidak berdaya, dilanda kecemasan dan ketakutan. Tetapi Dia ada di situ memegang anda, menuntun anda hari lepas hari.

28. George Matheson sedang dilanda kedukaan dan frustrasi. Demikian frustrasinya sampai-sampai ia tidak tahan dan bertekad lakukan tindak bunuh diri. ia keluar dari rumahnya di kota London dan memanggil kereta kuda untuk dihantar ke jembatan S. Thames. Tetapi setelah sekian lama mereka tidak sampai-sampai, ia menegur si kusir yang dijawab kabut melanda kota London, sehingga mereka tidak dapat berjalan dengan cepat. Tetapi ketika mereka tetap tidak tiba di tempat yang dituju, George Matheson tidak sabar, ia turun dari kereta bermaksud berjalan kaki menuju jembatan S. Thames. Betapa terkejutnya ketika ia menemukan bahwa ia berdiri di muka pintu rumahnya. Rupanya kabut menyebabkan mereka tersesat berputar-putar di tempat. Dengan amarah meluap George masuk ke dalam rumah, frustrasinya makin menjadi-jadi. Namun, di tengah-tengah luapan amarahnya, tiba-tiba ia disentakkan oleh kesadaran tangan Tuhan yang mencegah dia untuk lakukan tindak bunuh diri. Ia terdiam sejenak, segera ia mengambil sebuah pena dan menulis syair “Ya, Kasih Yang Merangkulku” – O Love That Will Not Let Me Go (KJ.366). Ya kasih yang merangkulku, penghibur jiwa yang lelah. Ku b’ri kembali hidupku, supaya dalam sumberMu bertambah murnilah – supaya dalam kedalaman lautanMu, bertambah kaya, penuh.

29. Ada saat-saat dimana boleh jadi kita merasakan hidup ini tidak adil, hari esok gelap tidak menentu, derita dan duka berkepanjangan dan Tuhan seolah-olah bungkam, jauh. Akan tetapi ketahuilah, Tuhan Yesus ada, Ia hadir, berjalan bersama-sama anda dan saya melewati gurun dunia ini. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu itulah yang menghibur aku.(Mazm.23:4).

30. Tetap setialah, pegang teguh imanmu betapa beratnya pun jalan hidup yang anda harus jalani. Anda tidak menjalani- nya sendirian,Kristus ada dalam hidup anda, berjalan bersama-sama dengan anda, memikul bersama salib yang anda harus pikul. Bila anda mengalami kesulitan untuk mempercayai kebenaran ini, jangan ragu menyampaikan- nya kepada Tuhan dalam doa, memohon pertolongan Nya.

31. Tunduklah ke bawah tangan kasihNya, Allah mempunyai maksud tujuan kasih dengan hidup anda. Ketika anda menemukan bagaimana Tuhan meraih anda, memelihara anda, maka anda akan menemukan, anda mempunayi sebuah kesaksian untuk dibagikan; bersaksi kepada orang lain akan kasih pemeliharaan Tuhan.

Exit mobile version