Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya
Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat.
(Amsal 24:5)
Ada sebuah kisah klasik yang membedakan antara kerja keras dan kerja cerdas. Ada dua orang penebang pohon. Masing-masing mendapatkan sebuah kapak dan tugas untuk menebang sepuluh pohon. Penebang pertama langsung mengayunkan kapaknya dan beberapa saat kemudian pohon yang pertama tumbang. Ia melanjutkan dengan menebang pohon yang kedua. Sementara itu, penebang yang kedua mengamati kapaknya dengan baik, lalu mengasahnya dengan baik, dan baru kemudian mulai menebang pohon. Menurut Anda, siapa di antara keduanya yang akan menebang sepuluh pohon itu dengan lebih cepat? Anda tentu sudah tahu jawabannya.
“Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat” (Amsal 24:5).
Amsal ini menegaskan pentingnya hikmat dan pengetahuan daripada kekuatan otot. Kekuatan otot dan ketegapan badan bisa saja memberikan penampilan luar yang mengesankan, tetapi hikmat dan pengetahuanlah yang akan memberikan kewibawaan di hadapan orang lain. Orang bisa saja pertama kali terkesan dengan penampilan, tetapi apakah artinya penampilan tanpa isi yang memadai?
Tentu tidak ada salahnya kita melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh ini. Namun, sebaiknya bukan hanya penampilan luar yang kita pelihara dengan baik, kita juga perlu memperkaya wawasan dengan olah intelektual melalui membaca dan berdiskusi.
Wawasan kehidupan yang luas akan membentuk kehidupan yang berkualitas.

