Berbeda dengan orang yang bijak. Ia tidak melampiaskan rasa sakit hatinya saat itu juga, tetapi pada waktu yang lain. Ia akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan pengalaman sakit hatinya kepada orang yang menyakitinya. Bahkan saat dicemooh, ia bisa dengan tenang meninggalkan cemooh itu. Ia tidak menuruti, tetapi justru menenangkan hatinya yang sedang sakit. Ia mampu menguasai diri, menahan diri dari amarah yang muncul dalam hatinya. Harga diri dan perasaannya akan dinyatakan nanti pada saat yang tepat. Amin.
Aku Sakit Hati!
September 2, 2018