Renungan Berjalan bersama Tuhan

Anak Bijak

Kata Amsal, anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya. Bagaimana agar anak itu bisa menjadi bijak? Setiap manusia yang lahir pasti beranjak dari belajar dan terus belajar … tentang makan, minum, bertumbuh, berinteraksi dengan lingkungan, dan sebagainya. Bagaimana ia bisa berdiri, berjalan dan berlari, semuanya membutuhkan pembelajaran. Tidak terkecuali dengan perjalanan hidupnya yang semakin dewasa. Cara berpikir, berperasaan, dan berkehendak pasti dilalui dengan belajar dari orang dewasa yang ada di sekitarnya. Bukankah ia belajar pertama kali dari ayah dan ibunya? Anak akan bijak jika ia bertumbuh dengan dikelilingi oleh orang-orang bijak. Demikian juga sebaliknya, anak yang bebal, yaitu yang tidak menurut, melawan, kasar, tidak tahu aturan dan tata krama, dan sebagainya, pasti lingkungannya juga banyak diwarnai pola hidup yang bebal. Yang pasti dapat dikatakan bahwa ketika anak lahir dan kemudian bertumbuh semakin besar sampai dewasa, mereka sudah ada di sekolah masing-masing, yaitu di rumahnya sendiri. Itulah sekolah pertama dan terutama, dan sekolah itulah yang membentuk dirinya sampai pada usia dewasa. Apa yang dikatakan Amsal tentang anak bijak dan bebal? Tidak lain, Amsal mengingatkan agar semua orangtua, ayah dan ibu, berlaku bijak dan bukan bebal. Itulah yang akan dilihat dan akan dilakukan anak di sepanjang hidupnya. Anak bisa menjadi anak bijak dimulai dari proses awal, yaitu bertumbuh bersama orang-orang bijak yang ada di sekitarnya, dengan ayah dan ibunya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *