Obrolan itu di antaranya membahas tentang betapa anak laki-laki lebih banyak membawa keberuntungan dalam keluarga daripada anak perempuan. Anak laki-laki itu penerus takhta kerajaan atau warisan orangtua, sedangkan anak perempuan pada akhirnya akan hilang diambil anak oleh orang lain. Maka dari itu, mempunyai anak perempuan tampaknya sia-sia—sudah dibesarkan dengan susah payah namun akhirnya hilang! Lebih parah lagi, obrolan itu berkembang sampai pada nasib anak perempuan. Jika keluarga mempunyai anak perempuan saja, maka keluarga itu tidak beruntung, anak-anak itu pembawa sial, tidak mendatangkan keuntungan, tetapi kerugian. Ditambah lagi jika keluarga itu memang sudah susah hidupnya, mencari pekerjaan sulit, dan tidak harmonis. Jadi, anak perempuan dianggap pembawa sial!
Anak Dan Berkat
July 29, 2018