Perbedaan-perbedaan tersebut bisa jadi dikarenakan kemampuan yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Ada yang lebih pandai melakukan satu hal lebih baik daripada yang lainnya. Masalah dari jemaat di Korintus di sini adalah mengenai karunia-karunia rohani seringkali menjadi bahan antar jemaat untuk “pamer”; ajang menonjolkan diri sendiri. Tidak demikian. Karunia-karunia rohani diberikan oleh Tuhan “…untuk kepentingan bersama” (12:7); juga Allah sendirilah yang memberikannya “…seperti yang dikehendaki-Nya” (12:11). Karunia rohani ini bisa kita artikan sebagai apa saja yang Tuhan percayakan kepada kita yang digunakan untuk “kepentingan bersama.” Baiklah kita tidak terjatuh dalam mencari-cari karunia kita dari antara daftar karunia yang diberikan di bagian ini saja, sebab nampaknya Paulus tidak berniat menuliskan daftar lengkap karunia, tetapi hanya contoh-contohnya saja.
Andai Aku Punya Seribu Tangan
June 24, 2017