Khotbah Perjanjian Lama, Renungan Berjalan bersama Tuhan

Belum Cukupkah Kamu.

Seorang pendeta muda yang cukup saya kenal baik, sempat menelepon saya, menanyakan apakah saya juga melayani di pemberitaan khotbah, sebab kawan saya ini mengeluh bahwa dia tidak lagi mendapatkan tugas melayani khususnya dalam khotbah minggu pada jemaat umum, tidak terjadi seperti sebelum masalah pandemi melanda, dan gereja mulai mengunakan ibadah online, dia sering memimpin pemberitaan Firman (berkhotbah)

Kemudian kawan saya ini mulai mengeluh tentang gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh gembala seniornya, gaya khotbah dan eksposisi khotbahnya hingga ke masalah pribadinya.

Seperti itulah yang terjadi antara Orang lewi dan Imam, mereka adalah kelompok yang sama-sama melayani Tuhan di kemah pertemuan dan sama sama dikhususkan oleh Tuhan, meskipun terdapat  tugas-tugas pokok yang berbeda, yang semuanya sudah diatur oleh Allah, agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam melakukan tugas.

Namun, Keiri-hatian terhadap jabatan imam, yang melatar belakangi tindakan dari orang lewi (korah) melakukan makar terhadap Harun. Dan Korah (orang Lewi), ini memandang rendah Harun sebagai orang yang dipilih oleh Allah.

Mungkin Korah melihat ada mungkin banyak tindakan yang kurang sempurna dimata kaum Lewi (Bil 12) atas kepemimpinan Harun sebagai Imam.  Bahkan, Korah melakukan upacara perbakaran, yang semestinya tidak boleh dilakukan oleh suku Lewi (baca : oleh Korah). Mungkin Korah berkata demikian: “gini saja, aku juga bisa, liatlah, aku lebih baik dari apa yang dilakukan oleh Harun kan, bukan? ”

Mengapa Suku Ruben memberontak kepada Musa?

Lalu bagaimana dengan suku Ruben (Datan-Abiram-On), mengapa mereka memberontak?

  • Apakah ada urusanya atau hubungan dengan keimaman dari Harun?
  • Apakah ada urusanya dengan jabatan pelaksaanan tugas di Kemah Pertemuan?
  • Apakah ada masalah dengan jabatan pelaksanaan tugas sebagai kaum Ruben, sebagai pemimpin dalam tugas perjalanan ke dua (Bil 10:18)?

Bila semua jawabanya adalah BUKAN, Lalu apa yang melatar belakangi dari tindakan pemberontakan ini.

Kita bisa melihat dalam ay 13-14, sebagai alasan mengapa tiga orang ini melakukan pemberontakan?

Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?

Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini?Kami tidak mau datang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *