Renungan Berjalan bersama Tuhan

Berlagak Kaya

Setelah A Cong dewasa, ia bekerja keras, dari pagi sampai malam, hanya untuk mendapatkan uang dan membeli semua barang bermerek yang ia kenakan. Ia rela gaji satu bulan dihabiskan hanya untuk membeli sepasang sepatu bermerek, daripada memakai sepatu buatan dalam negeri. Memang dilihat dari penampilan, ia bukan sembarang orang yang bisa diremehkan secara materi!

Hidup A Cong dari luar tampak begitu glamor, tetapi sesungguhnya ia terjebak dalam kemewahan palsu. Ia menjalani hidupnya hanya “berlagak kaya, tetapi sebenarnya tidak mempunyai apa-apa”. Ia menjadi korban pembentukan dari masa kecilnya. Ternyata pengalaman membuat ia tidak bisa melihat siapa dirinya yang sebenarnya. Padahal sejatinya, orang yang bertumbuh semakin dewasa mampu mengenal dirinya sendiri dengan benar, bukan dengan berlagak, atau memakai topeng dan bersandiwara. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *