Khotbah Perjanjian Baru

Berpuasa

Dua tindakan di atas dilakukan mereka dengan satu tujuan: “supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa” (ayat 16c). Di mata orang lain mereka terlihat begitu saleh. Mereka tidak hanya terlihat sedang berpuasa. Mereka juga tampak berpuasa secara sungguh-sungguh. Namun, benarkah demikian?

Apa yang mereka lakukan masuk dalam kategori munafik. Mengapa demikian? Karena apa yang terlihat dari luar tidak sama dengan apa yang ada di dalam! Penampilan dan motivasi tidak selaras. Alkitab berkali-kali mengaitkan berpuasa dengan merendahkan diri (Im 16:29, 31; 23:27, 29, 32; Ez 8:21), tetapi orang-orang Farisi justru memanfaatkan puasa supaya terlihat hebat di mata orang lain. Berpuasa menurut Alkitab berarti menangisi dosa-dosa (1 Sam 7:6; Neh 9:1-2), namun orang-orang munafik justru mendapatkan kesenangan (pujian dari orang lain) melalui tangisan palsu mereka. Berpuasa seharusnya disertai dengan pengakuan dosa (Dan 9:3-6), tetapi orang-orang Farisi justru berbuat dosa melalui puasa mereka.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *