Tentu saja saya tidak tahu pasti mengapa pendeta itu berkunjung selalu bersamaan dengan jam makan siang dan jam makan malam. Namun, bukankah hal yang baik bisa diterima dengan kurang baik ketika ada sesuatu yang dirasakan kurang atau tidak pas?
“Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu” (Amsal 25:17).
Nasihat Amsal ini praktis sekali. Kita boleh berkunjung ke rumah teman, tetapi jangan terlalu sering. Kehadiran yang terlalu sering lambat laun akan dianggap sebagai gangguan dan bukan mempererat ikatan kekeluargaan. Teman kita juga membutuhkan waktu pribadi bebas gangguan untuk diri sendiri dan keluarganya, bukan?