Ketika kita membaca tulisan Amsal itu, apa yang muncul dalam benak, pikiran, dan hati kita? Pasti kita akan merasa nelongso, istilah dalam bahasa Jawa yang berarti perasaan sedih sekali, hati hancur, tidak bisa berpikir lagi, bahkan kehendak menjadi lumpuh. Apa yang mau dilakukan lagi ketika kita sebagai orangtua, guru, dosen, pengajar, pendidik, penatua, pendeta, atau para pemimpin yang menyuarakan kebenaran, kebaikan, keadilan, kejujuran, kekudusan, dan kasih yang terus dikatakan, disuarakan, diteriakkan, tetapi semua orang tidak mau mendengarkannya? Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri, menganggap dirinya baik dan benar, dan tidak peduli orang lain. Segala sesuatu dikerjakan menurut cara masing-masing dan sudah tidak ada lagi standar kebenaran bersama. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau setiap orang menanggap dirinya yang paling benar dan baik. Apa jadinya kalau semua orang merasa cara yang dipakai adalah paling benar?
Dengarkanlah Teriakanku
August 2, 2017