Renungan

Di Manakah Engkau?

“Di manakah engkau?”, menggema melalui debaran hati kita setelah melakukan dosa tertentu, teguran seorang sahabat, atau terbongkarnya dosa yang telah sekian lama  kita hidupi sehingga mau tidak mau kita harus menerima konsekwensinya. Pada saat seperti itu, kita diberi kesempatan untuk memilih: mengakuinya dengan jujur, meletakkannya di bawah salib Kristus, menerima pengampunan dan dipulihkan, atau justru sibuk melakukan segala usaha yang mungkin kita lakukan untuk menutupinya, dan semakin terpuruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *