Buku The Christian and God’s World mengulas dengan sangat baik mengenai apa yang harus dilakukan oleh hati yang bijak. “Dengan pengertian kita diajak untuk membedakan antara yang baik dan jahat tentang dunia. Allah membuat seluruh ciptaan-Nya, yaitu dunia dengan segala isinya adalah baik adanya. Namun, setelah manusia jatuh ke dalam dosa, dunia dan seisinya menjadi jahat. Kemudian, bermunculanlah bidat-bidat atau ajaran-ajaran sesat di dalam dunia ini. Bidat-bidat itu mengatakan bahwa dunia benda, hidup fisik, dan kesenangan duniawi itu tidak bernilai jahat. Selama berabad-abad, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, ini sudah menjadi pola hidup manusia. Tanpa disadari, orang yang memasuki wilayah itu sudah terjebak dalam kejahatan. Bukankah orang ingin mendapatkan segala hal yang diinginkan dengan segala cara? Tidak peduli apakah hal itu merugikan atau menghancurkan orang lain. Bukankah orang yang ingin memuaskan kehidupan fisiknya, nafsunya, sebenarnya pada saat itu ia sedang menyakiti pihak lain? Bukankah untuk memperoleh kesenangan duniawi, orang kerap melakukannya dengan cara yang sangat kotor? Selama berabad-abad kaum bidat itu telah menghantui orang Kristen dan menghasilkan hal-hal yang buruk; antitesis palsu antara hal yang bersifat materi dan spiritual; kesalahan palsu dalam pemahaman tentang menikmati makanan, kenyamanan fisik, dan seks dalam pernikahan; kesombongan dalam kesalehan, dan sebagainya.
Hati yang Paham Menimbang
January 18, 2018