Yang pertama, jika orang mati tidak dibangkitkan. Saudara, coba kita lihat ayat yang ke-32b: … Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.” Inilah yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Korintus pada saat itu. Mereka salah dalam memandang kematian. Apa akibatnya? Hidup ini diisi dengan keserakahan, dengan kerakusan, mengejar kepuasan… seakan-akan kita tidak mengerti hakikat hidup ini. Justru karena itu, kematian menjadi hal yang sangat menakutkan bagi banyak orang karena mati berarti segala kenikmatan hidup berakhir atau selesai. Inilah alasan yang sesungguhnya orang takut mati. Kematian menjadi momok yang membuat kita takut menghadapinya. Jangan heran juga bila justru karena takut akan kematian, banyak orang menasihati, “Mumpung masih muda… mumpung masih hidup… bersenang-senanglah. Maksimalkan kenikmatan!” Mereka menjalani kehidupan seperti orang yang tidak percaya kebangkitan Kristus. Adakah di antara Saudara yang hidup seperti itu?
I Can Face Tomorrow
May 25, 2019