Apakah karya itu memberikan dampak yang positif bagi banyak orang atau justru berdampak negatif, yang sama sekali tidak membangun, bahkan merugikan pihak lain. Jadi, “pengetahuan” itu sangat penting bagi semua orang yang bekerja dengan rajin. “Pengetahuan” itu yang akan mengarahkan, menuntun, menilai, dan memberikan evaluasi tentang apakah yang dikerjakan itu mencapai tujuannya atau tidak.
Demikian juga dengan orang yang bekerja dengan tergesa-gesa, ia pasti juga tidak mempunyai pengetahuan yang cukup karena tidak terlebih dahulu memikirkan pekerjaannya secara mendalam. Orang yang bekerja dengan tergesa-gesa hanya menginginkan target yang akan dicapai tanpa memperhitungkan dampak yang terjadi, entah dampak yang baik atau tidak. Maka Amsal mengatakan bahwa orang yang bekerja tergesa-gesa bisa salah langkah. Itu sama saja dengan orang yang tidak berpengetahuan! Tentunya yang dimaksud dengan pengetahuan di sini adalah mengenal hikmat Allah. Pengetahuan yang dimaksud oleh Amsal tidak pernah terlepas dari hikmat Allah. Sebagai anak Allah, kita tidak dibenarkan memulai segala usaha yang baru dengan memperhitungkan atau mencocokkannya dengan astrologi, misal dengan tahun Naga, Babi, Ular, Ayam, dan sebagainya. Pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan itu yang harus menjadi dasar dalam segala usaha kita yang baru. Amin.