Walaupun fungsi hati dimengerti sedemikian baik oleh Amsal, penulis Amsal tetap berkata, “Tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan.” Apa maksudnya di sini? Bagaimana kalau hati itu mempertimbangkan sesuatu yang jahat? Apakah itu juga berasal dari Tuhan? Jelas, tidak! Yang dimaksud Amsal dengan hati yang menimbang-nimbang adalah hati yang terus bergumul bersama Tuhan dalam mengambil keputusan, yang selalu bertanya kepada Tuhan, dan yang mencari dasar kebenaran di dalam firman Tuhan. Setelah mengerti dengan jelas, maka apa yang dikatakan lidah itu berada dalam pimpinan-Nya. Jelas apa yang dilakukan Tuhan pasti tidak bertentangan dengan hakikat diri-Nya sebagai Allah yang mahakudus. Semua pergumulan dalam hati manusia tetap dalam konteks kekudusan. Allah itu mahaadil, maka pergumulan hati manusia harus ada dalam konteks menegakkan keadilan Allah. Allah itu mahakasih, maka pergumulan hati manusia harus dalam konteks kasih Allah dan itu dinyatakan dalam kehidupan anak-anak-Nya. Allah-lah yang memberikan jawaban melalui lidah orang benar. Amin.
Jawaban Ada di Tangan-Nya
October 9, 2018