Saudara…. sang guru sekolah minggu ketika itu pasti tidak sadar bahwa lidahnya yang kecil telah menjadikan milyaran orang menjadi komunis yang tidak memercayai adanya Tuhan.
Yakobus juga mengatakan bahwa lidah itu seperti api. Saudara tahu, api itu panas, bukan? Demikian juga kata-kata yang keluar dari mulut ini juga panas. Hati siapa yang tidak panas mendengar kata-kata hujatan, hinaan, fitnah…? Api bisa bersifat merusak, lidah juga bisa bersifat merusak. Berapa banyak keluarga atau persekutuan atau bahkan gereja yang rusak karena gosip, karena fitnah? Negara juga bisa hancur karena hoax. Selain panas dan merusak, api bersifat cepat menyebar. Lidah juga punya sifat itu. Coba perhatikan bila ada gosip, cepat sekali dia menyebar! Benar, Saudara? Iya… walaupun ketika menyebarkannya kita bumbui dengan kata-kata, “Jangan ceritakan kepada orang lain!” Yakobus mengungkapkan bahwa lidah yang seperti itu dikuasai oleh api neraka. Ini artinya bahwa lidah yang seperti itu adalah lidah yang dikuasai oleh setan. Dengan demikian, ketika kita salah menggunakan lidah kita, kita sudah melayani setan.