Dalam persekutuan hidup anak-anak Tuhan, Tuhan menghargai semua orang dengan latar belakang mereka masing-masing. Mereka satu tubuh yang masing-masing punya fungsi yang dihargai oleh Tuhan, dan Tuhan menghendaki agar setiap orang hidup saling menghargai dan memberi tempat satu di antara yang lain, agar nama Tuhan dimuliakan dan jangan saling menghakimi.
Orang Kristen memang orang bebas, tapi bukan berarti bebas tanpa batas. Bebas yang ditunjukkan dengan tepo seliro (tenggang rasa), dan digunakan untuk kepentingan yang membangun jemaat.
Bila jadi sandungan, lalu apa artinya? Maka dalam 1 Korintus 10:23, Rasul Paulus berkata, “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”