Amsal melihat orang fasik tidak pernah mengerjakan dengan penuh tanggung jawab. Bentuk konkretnya seperti lamban bekerja, tidak jujur, memanfaatkan jabatan, menggunakan kedudukan untuk kepentingan diri sendiri, memanipulasi cara berkerja, memakai jam kerja untuk mendapatkan keuntungan pribadi, dan bekerja seenaknya sendiri, bahkan tidur pada masa panen. Jelas orang yang demikian tidak akan menikmati hasil kerjanya. Maka, Amsal mengatakan, “Berkat ada di atas kepala orang benar.” Menurut Amsal, orang benar adalah orang yang takut akan Tuhan atau orang yang menjalani hidupnya dengan hikmat. Orang benar melakukan semua aktivitas kerja dalam kebenaran dan takut akan Tuhan. Apa yang dikerjakannya sesuai dengan aturan kerja yang baik. Ia menjadi orang yang rajin, yaitu tahu kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat, kapan menanam dan kapan menuai hasil tanamannya. Orang yang rajin pasti mempunyai sikap hati yang setia, baik pada hal-hal kecil atau terlebih lagi hal-hal besar. Bagaimana seseorang bisa melakukan perkerjaan dengan baik, bisa menikmati berkat-berkat Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain? Menurut Amsal, orang yang rajin, berakal budi, dan benar, merekalah yang akan diberkati Tuhan.
Kerja dengan Tangan yang Rajin
August 24, 2018