Suatu ketika saya diajak oleh teman saya untuk mengunjungi peternakan babi miliknya. Ia memelihara ratusan babi. Yang menarik bagi saya adalah ketika babi-babi itu hendak dipindahlokasikan ke penjagalan yang berada di luar kota. Babi-babi yang beratnya 50-60 kg itu harus dinaikkan ke atas sebuah truk. Bagaimana cara menaikkannya? Tidak mungkin diangkat satu per satu, bukan? Anehnya, ketika babi itu dijerat lehernya dan ditarik-tarik ke atas truk melewati papan, eh … babi itu malah mogok jalan. Semakin ditarik, semakin mogok dan malah mundur. Bagaimana caranya agar babi-babi itu mau menaiki papan yang menuju ke bak truk itu? Ternyata sederhana! Babi itu dihadapkan ke bak truk tersebut, dan seseorang berdiri di belakang babi itu sambil menarik si babi ke belakang. Ternyata dengan cara itu, justru Babi tersebut bergerak maju menaiki papan menuju ke bak truk itu. Babi, jika ditarik ke depan, ia malah mundur ke belakang. Jika ditarik ke belakang, ia malah melangkah maju. Apa yang diperintahkan justru dilawan. Jadi, jika ada orang yang Tuhan perintahkan untuk menjaga kekudusan pernikahan namun malah selingkuh, itu berarti ia seperti … (jawab sendiri). Jika Tuhan Sang Raja memerintahkan untuk hidup jujur namun malah lihai menipu, itu berarti ia seperti …. Anak-anak yang diminta untuk menghormati orangtua namun malah mencaci maki, itu seperti …. Orangtua yang diminta untuk mengasihi anaknya namun malah menganiaya anak, itu seperti .…
Khotbah Natal: Manusia Bertanya, Raja Turun Tahta
December 12, 2017