Firman Tuhan berkata, “Ia (kasih karunia itu) mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah ….” Kasih karunia itu mendidik kita. Kata yang digunakan untuk mendidik di bagian ini adalah paideuo dalam bahasa aslinya. Itu adalah kata yang sama yang digunakan untuk menggambarkan seorang ayah yang mengajar anaknya. Ketika saya mengajar anak saya berjalan, maka ada saat ketika berulang kali anak saya jatuh. Tentu saya harus mengangkatnya berdiri. Agar dapat berjalan, saya harus mengajarinya berjalan. Itu berarti saya harus memberikan kesempatan kedua baginya untuk bangkit berdiri. Anak saya tidak dapat berjalan kalau saya tidak memberikan kesempatan kedua dan selanjutnya. Kasih karunia itu membawa pada kita: kesempatan kedua. Apakah kita sedang dalam keadaan jatuh dan mengharapkan kesempatan kedua? Apakah hidup Anda pribadi sedang membutuhkan kesempatan kedua? Tatkala Anda sudah gagal, dan tidak ada seorang pun yang memercayai Anda, padahal Anda membutuhkan kesempatan kedua, maka datanglah kepada Yesus malam ini.
Khotbah Natal: Tiga Kado Surgawi
December 25, 2019