Renungan Berjalan bersama Tuhan

Laut Itu Menjadi Daratan

Musa benar-benar kalang kabut dan bingung menghadapi situasi ini. Bangsa Israel justru tidak mendukung Musa untuk bersama-sama datang kepada Allah yang telah membebaskan mereka. Mereka tak lagi mampu melihat tangan Allah yang mahakuasa akan bekerja. Hal itu karena mereka dibingungkan dengan situasi dan kondisi yang bersifat sementara.

Tuhan pun menjawab keluhan bangsa Israel, “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?”  Pertolongan Tuhan tak pernah terlambat. Kemudian, Tuhan turun tangan dan menyuruh Musa mengulurkan tongkatnya ke atas laut.  Apa yang terjadi? Semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras. Kemudian terbelahlah air dan membuat laut itu menjadi tanah yang kering (Keluaran 14:21). Dengan demikian, mereka berjalan dengan leluasa di atas tanah yang kering, di tengah “tembok ajaib” air laut. Mereka merasa heran dan takjub karenanya. Hanya Allah yang mampu melakukan semua itu. Semua itu Dia lakukan untuk keselamatan umat-Nya. Keselamatan dari penderitaan hidup menuju damai sejahtera yang Dia janjikan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *