Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mencintai Hidup

Apa yang ditulis oleh Petrus merupakan pengalaman hidupnya. Ia bermaksud ingin berkata, “Jika engkau mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, maka engkau harus mengendalikan lidah dan bibirmu dengan kata-kata yang baik dan benar. Karena dengan kata-kata yang benar, banyak orang akan memercayai apa yang engkau katakan dan dilakukan.” Terlepas dari pengalaman-pengalaman yang membawa pada penderitaan, ancaman, atau penganiayaan, Petrus tetap dituntut berbicara jujur. Melalui pegalamannya yang tidak mengenakkan itu, Petrus melihat dan belajar apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Apa yang dikatakan dan yang dilakukan oleh Yesus didasari kejujuran dan keberanian sekalipun kayu salib menghadang-Nya. Melalui kayu salib itulah Petrus dicelikkan kembali tentang siapa Tuhan Yesus sebenarnya! Pemahaman  mengenai “Mencintai Hidup” bukan hanya sebatas ingin merasa nyaman di dunia ini atau bisa menikmati berkat Tuhan semata. “Mencintai Hidup” itu sampai pada pemahaman tentang jaminan hidup yang kekal. Orang yang berpikir jauh sampai pada pemikiran tentang hidup kekal, itulah orang yang mencintai hidup. Mengapa? Karena bila orang hanya memikirkan hidup yang sekarang di dunia ini, maka akhir hidupnya menuju pada kebinasaan. Apakah yang demikian itu dapat dikatakan orang yang mencintai hidup? Tidak, bukan? Orang yang mencintai hidup akan berpikir bagaimana cara hidup yang baik sekarang ini bersama Kristus sampai mendapatkan jaminan dalam anugerah keselamatan-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *