“Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu” (Amsal 12:1).
Amsal ini menegaskan bahwa orang yang akan terus bertumbuh menjadi lebih baik adalah orang yang mencintai didikan yang berasal dari siapa saja di lingkungannya. Sebaliknya, orang yang menutup telinga terhadap teguran adalah dungu. Penulis Amsal memakai kata yang keras, yakni dungu, untuk mengingatkan bahwa orang-orang yang tak lagi bersedia menerima teguran sedang membawa diri mereka sendiri menuju kehancuran.