Suaminya melihat si istri menggendong anak mereka seperti mengangkat beban 25 kg saja. Pertanyaan yang muncul, mengapa ibu ini kuat mengangkat anak itu? Suaminya sambil bercanda berkata, “Istri saya belum tentu kuat mengangkat saya yang berbobot 75 kg.” Mereka berdua menyatakan bahwa hanya karena kasih yang ada di dalam hati sang ibu, maka ibu itu kuat mengangkat anaknya dengan mudah! Kasih kepada sang anak itu membuat segala sesuatu terasa ringan. Dan anak itu benar-benar dapat merasakan kasih sang ibu. Dengan segala keterbatasan pikiran dan kemampuannya, apa pun yang dikatakan sang ibu ditaati oleh anak ini. Ia benar-benar menuruti apa yang diperintahkan ibunya. Kasih itu terpancar kembali dari dalam dirinya untuk dikembalikan pada sumber kasih, yakni hati sang ibu yang dengan tulus mengasihinya! Ibu ini tidak meminta untuk dikasihi kembali karena dari hatinya terus mengalirkan kasih kepada anaknya. Itu bukan sekadar tugas rutin seorang ibu. Kasih sejati tidak dikatakan dan diungkapkan hanya melalui bibir dan perkataan, tetapi dinyatakan, dilakukan, dan dirasakan.
Mengasihi
April 24, 2018