Pergumulan itulah yang disampaikan oleh Amsal. Lebih baik mempunyai sikap hati, karakter, bahkan watak yang menempatkan diri sebagai “orang kecil” dan bukan berlagak sebagai “orang besar”. Lebih baik menjadi seorang “hamba” yang taat kepada tuannya. Keberhasilan seorang hamba hanya mengerjakan semua tugas dan kewajiban dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sikap dan perbuatannya selalu berusaha menyenangkan hati tuannya. Tentunya sikap menyenangkan hati tuannya tidak dibuat-buat, munafik, atau menjilat, tetapi muncul dari sikap hati yang tulus, jujur, dan setia. Pengakuan sebagai orang kecil juga pernah diungkapkan Daud. Waktu itu, Saul mengutus ajudannya memberitahu bahwa Daud akan diambil menjadi menantu Saul. Saat itu Daud mengatakan, “Perkara ringankah pada pemandanganmu menjadi menantu raja? Bukankah aku seorang yang miskin dan rendah?” (1 Samuel 18:23). Sikap merendah jauh lebih baik daripada meninggikan diri. “Berlagak sebagai orang besar” justru akan menjatuhkan diri sendiri. Keberhasilan seseorang selalu dimulai dari pemahaman sebenarnya siapakah aku ini? Mari kita belajar seperti Daud atau Yohanes Pembaptis yang mengatakan “membuka tali kasutnya pun aku tidak layak”. Tuhan memberkati orang yang merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sesama, serta bekerja dengan rajin dan penuh tanggung jawab. Mereka akan menjadi saluran berkat Tuhan. Amin.
Menjadi Orang Kecil
August 30, 2018