“Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya” (Amsal 15:8).
Amsal ini adalah penegasan bahwa TUHAN melihat bukan hanya apa yang terjadi di altar, tetapi juga yang terjadi di pasar alias di kehidupan sehari-hari. Ketika orang jahat datang dengan membawa korban persembahan, tak peduli betapapun banyak dan indahnya korban persembahan itu, Tuhan membencinya. Sebaliknya, orang jujur yang bahkan tidak berbekal korban persembahan, hanya datang dengan doa, Tuhan berkenan. Jadi, jangan mencoba “menyuap” Tuhan dengan korban persembahan. Hidup dalam kejujuran jauh bernilai di hadapan Tuhan.