Bagaimana sikap kita? Tentunya tidak menjadi masalah jika orang ingin merawat diri dengan sebaik-baiknya, bukan? Kaum pria juga tidak patut terus-menerus bekerja sehingga lalai merawat dirinya karena perawatan diri merupakan bagian dari tindakan mengasihi diri dengan baik, termasuk cukup istirahat atau tidur. Namun kalau hal itu dilakukan dengan motivasi dan tujuan yang tidak benar, jelas itu salah besar! Kalau pola kehidupan metroseksual menjurus pada kehidupan fasik, yaitu kehidupan yang semakin jauh dari Tuhan, atau rela meninggalkan Tuhan hanya untuk berfoya-foya, memuaskan nafsu, mematut diri agar kelihatan menarik, dan akhirnya jatuh pada kesombongan diri, maka jelas hal itu tidak tepat dilakukan. Amsal menasihati kita semua, “Jalan orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya” (Amsal 15:9). Jalan orang fasik adalah pola hidup yang mementingkan diri sendiri. Ia merawat dirinya semaksimal mungkin supaya mengesankan berhati baik, rapi, anggun, menarik, dan dapat dipercaya sehingga banyak orang tertipu oleh bualannya yang omong kosong. Perawatan dirinya hanya dilakukan untuk bersandiwara dengan penuh kepalsuan. Bila kaum metroseksual melakukan pola hidup seperti itu, jelas mereka telah bertindak tidak benar, dan kefasikan merupakan kekejian di hadapan Tuhan. Marilah kita tetap berpegang pada pola hidup yang terus-menerus mengejar kebenaran. Amin.
Metroseksual
March 11, 2018