Di sisi lain, kita melihat bahwa budaya juga terus-menerus mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi karena banyak faktor, misalnya faktor lingkungan yang ada di sekitar kita, orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita, bahkan sarana-sarana informasi yang begitu cepat dan mudah dimiliki. Itu semua dapat memengaruhi perubahan suatu budaya. Sebagai contoh, sebuah keluarga di suatu desa terpencil. Keluarga ini hidup dengan tatanan masyarakat yang berpegang pada kesopansantunan dan kehidupan gotong royong yang sangat kuat. Mereka saling tolong-menolong, saling bertegur sapa, memakai tata cara yang berbeda untuk berbicara kepada orang yang lebih tua atau yang lebih muda, dan mengenal baik semua tetangga mereka, bahkan yang rumahnya berjarak puluhan kilometer jauhnya dari mereka! Betapa terkejutnya keluarga ini ketika pindah ke kota besar. Ternyata pola hidup penduduk di kota besar sangat berbeda dengan kehidupan yang selama ini mereka jalani. Tidak sampai satu tahun, keluarga ini telah berganti pola hidup yang sangat bebas. Budaya yang dulu mereka ikuti sudah digantikan total dengan budaya penduduk kota besar. Ketika mereka kembali ke desa, mereka merasa menjadi orang yang “aneh”, dan demikian pula dengan lingkungan keluarga mereka yang di desa merasa kedatangan orang-orang “asing”.
Nilai yang Hilang
March 20, 2018