Bagi kita semua, baik seorang pengkhotbah atau anak-anak Tuhan yang bersaksi tentang firman Tuhan, marilah kita jadikan Yohanes Pembaptis sebagai pola kita, yakni pola dalam menyampaikan berita secara sederhana dan mudah dipahami orang. Saya sangat kagum dengan perkataan seorang profesor Homiletika, Dr. R.B. Kuyper, dalam suatu acara pentahbisan pendeta, “Dalam khotbahmu, janganlah memakai kata yang tidak dapat dipahami oleh seorang anak berusia dua belas tahun!” Kemudian, dengan sedikit mengedipkan mata, ia menambahkan, “Namun, bolehlah sekali-sekali memakai sebuah kata yang tak seorang pun dapat memahaminya!”
Orang Terbesar yang Pernah Hidup
August 5, 2017