Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pengalaman Kemuliaan Bagi Kristus

Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia, tetapi manusia tidak pernah melihat seperti apakah Dia seutuhnya! Wujud Tuhan yang muncul beragam, seperti Musa melihat semak belukar yang menyala-nyala oleh api namun semak itu tidak terbakar; Abraham melihat seorang malaikat Tuhan yang memberitahu bahwa ia akan mempunyai keturunan sendiri; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego melihat malaikat Tuhan yang bersama-sama dalam api yang membakar mereka. Dalam Perjanjian Baru, Allah menyatakan diri-Nya semakin jelas. Dia yang tidak kelihatan itu menyatakan diri-Nya menjadi Manusia, yaitu dalam diri Tuhan Yesus Kristus. “Firman itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:14). Dengan cara itulah akhirnya manusia benar-benar dapat mengenal Allah dengan jelas! Bukan lagi bayang-bayang seperti dalam Perjanjian Lama. Inilah yang disebut dengan pengenalan Allah yang progresif—dari yang tidak jelas menjadi semakin tampak dan jelas sehingga kita dapat mengenal Allah dengan baik dan benar. Mengenal pribadi dan sifat-sifat Allah Yang Mahakuasa, Mahaada, Mahabesar, Mahabenar, Mahakudus, Mahaadil, Mahakasih dengan nyata. Jadi, bukan mengenal melalui cerita yang disampaikan secara turun temurun dari abad ke abad, melainkan Allah itu benar-benar hadir bersama-sama dengan manusia, ikut merasakan penderitaan manusia, menanggung beban hidup manusia, ikut ambil bagian hukuman Allah—upah dosa ialah maut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *