Ada seorang suami yang kerap kali bertindak kasar kepada istrinya. Istrinya tidak tahan dan melaporkan hal itu kepada pendeta karena suaminya adalah aktivis di sebuah gereja. Pak Pendeta memanggil sang suami. Ternyata sang suami mempunyai kisah hidup yang memprihatinkan: semasa kecil ia kerap dipukuli oleh ayahnya tanpa alasan yang jelas. Ia membenci ayahnya dan perlakuannya tersebut. Ia tidak hanya terluka secara fisik, tetapi juga batin. Sejak itu ia berjanji bahwa bila kelak ia menjadi seorang ayah, ia akan menjadi seorang ayah yang lembut. Namun, pada kenyataannya ia melakukan hal yang sama seperti ayahnya? Mengapa? Karena luka batin itu menimbulkan lubang di hati orang yang mengalaminya. Dan lubang itu menuntut untuk diisi sesuatu. Jika lubang itu adalah ketidakberdayaan, maka seseorang akan sangat haus dengan kuasa. Jika lubang itu adalah penolakan, maka orang itu akan sangat haus dengan kasih dan penerimaan. Cermatilah perilaku kita. Adakah perilaku yang merupakan ekspresi dari adanya lubang akibat luka batin? Tuhan dapat memakai orang dengan luka batin, tetapi hal ini tidak berarti luka itu sembuh dengan sendirinya.
Penyembuhan Luka Batin
September 3, 2017