“Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!” (Amsal 30:4).
Penulis Amsal ini mengingatkan keterbatasan perspektif atau sudut pandang manusia. Dari sudut pandang yang terbatas, ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Tentu saja hanya Tuhan, Sang Pencipta kehidupan, yang mempunyai sudut pandang yang tidak terbatas. Di hadapan ketidakterbatasan Tuhan, Amsal ini mengajak kita untuk menyadari keterbatasan perspektif manusia.