“Saya ingin sekali bunuh orangtua saya, Pak. Dari kecil saya dianiaya dan diperlakukan kasar. Tapi … saya tahu firman Tuhan tidak mengajarkan saya begitu” Mudahkah bersikap demikian?
Kita harus menyadari bahwa emosi dan pikiran kita tidak selalu benar. Oleh karena itu, lembutkanlah hati untuk menerima dan menjalani kehendak Tuhan. Menundukkan diri di bawah kehendak Tuhan itu sulit, bukan? Hali itu karena kita harus mengalahkan ego kita. Inilah musuh kita: ego dan kesombongan kita. Inilah musuh keluarga kita: ego dan kesombongan anggota-anggotanya. Inilah juga yang telah menjungkalkan keluarga pertama di dunia—Adam dan Hawa—akibat bujukan Iblis, “Kamu akan menjadi seperti Allah.” Akan tetapi, ketika kita gagal mengalahkan kesombongan kita, kita tidak dapat mengemban amanat Allah di dalam dunia ini. Ketika anggota keluarga tidak bersama-sama menundukkan diri pada tuntunan Tuhan, maka anggota keluarga akan saling mengalahkan dan menundukkan.