Para pemimpin yang semestinya menjadi teladan dalam iman percaya kepada Allah dan hidup bergantung kepada-Nya, mengandalkan-Nya dalam segala perkara kehidupan, justru mereka hidup dengan mengandalkan diri dan kekuatan sendiri, merupakan sikap dan perilaku hidup yang memalukan.
Kepada bangsa yang demikianlah Allah mengutus Yehezkiel untuk menyampaikan firmanNya. Ini merupakan tugas yang tidak mudah untuk dilakukan oleh seorang Yeheskiel. Ini merupakan tugas yang berat dan sulit. Mengapa? Karena dosa-dosa mereka yang begitu berat (ayat 22). Sifat dan karakter umat yang dikatakan sebagai bangsa yang keras dan tegar tengkuk (3:7). Mereka tidak mau mendengarkan firman Allah, tetapi justru membelakangi-Nya dan memusuhi-Nya. Hal itu tentu mempersulit Yehezkiel dalam menjalankan tugas panggilannya. Seseorang yang memiliki dosa besar dan berat, namun memiliki kesediaan untuk mendengar masukan dan nasihat dari pihak lain akan lebih mudah untuk mengatasinya. Tetapi menjadi amat sulit dan memerlukan kesabaran dan keuletan bila yang bersangkutan mengeraskan hati. Dan inilah yang terjadi pada umat Israel.