Khotbah Perjanjian Baru

Tak Pernah Menyerah

Itulah sebabnya Paulus melandaskan nasihatnya tadi dengan menyodorkan fakta teologis yang seharusnya menjadi motivasi kita: demi kemurahan Allah! Kemurahan Allah yang tidak murah, bukan? Kemurahan Allah yang menyebabkan Anak-Nya yang tunggal berdarah-darah. Apakah kita juga sudah sampai pada titik berdarah-darah dalam mempersembahkan hidup sebagai respons terhadap kasih karunia Allah itu? Kemungkinan besar belum, bukan? Kesulitan pasti ada. Berdarah-darah? Belum, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *