Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang membangun dan menguatkan, bukan komunikasi yang memakai segala cara dan segala jalan untuk memenuhi kemauannya. Ketika pencemooh tidak terlibat, maka semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik, tidak ada perbantahan. Yang ada adalah pertukaran pendapat, saling melengkapi dan mengisi, saling menguatkan dan mengasihi. Amin.
Pokok Doa:
- Tuhan, tolonglah dan sadarkanlah aku jikalau aku cenderung menjadi pencemooh. Bimbinglah aku melalui banyak teman agar dapat membentuk komunikasi yang baik. Ajarlah aku untuk bersabar dan mau menerima pandangan orang lain ketika menghadapi perbedaan pendapat. Masih banyak pendapat yang sebenarnya baik di luar diriku, maka ajarlah aku untuk tidak merasa menjadi orang yang paling baik. Dengan demikian, aku dapat membawakan komunikasi yang sehat.
- Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja agar dapat menciptakan suasana komunikasi yang saling membangun. Kami sadar betapa dalam kehidupan berjemaat ada beberapa orang yang vokal, yang suka menguasai pembicaraan dalam rapat sehingga tanpa sadar rapat gerejawi selalu menjadi ajang perdebatan yang tak berujung pangkal. Tuhan, ampunilah kami sebagai pemimpin gereja jika dalam rapat terjadi perdebatan antarpencemooh. Pimpinlah rapat kami, baik rapat internal atau Persidangan Majelis Jemaat, Rapat Bidang, Rapat Komisi atau Panitia, agar semuanya berjalan dalam bahasa yang membuat hati sukacita, yang menguatkan, dan yang membangun semangat pelayanan.