Bagi Amsal yang namanya belajar pengetahuan bukanlah ilmu fisika, kimia, matematika, ilmu alam, teknologi, dan sebagainya, melainkan pengetahuan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan atau pengetahuan yang menuntun jalan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan. Pengetahuan seperti itu tidak banyak yang menyukainya. Rupanya belajar tentang “ilmu kehidupan” yang baik dan benar tidak mudah dilakukan, bahkan banyak yang menolaknya. Mengapa bisa demikian? Karena sudah tidak ada lagi dalam kebenaran. Bahasa yang dipakai Paulus adalah “sudah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Manusia sudah tidak lagi memiliki kebenaran yang ada dalam dirinya, sehingga ketika pengetahuan tentang kebenaran dipelajari dan mau dilakukan, manusia langsung menolaknya. Ada latar belakang, dasar pijak, maupun cara pandang yang berbeda. Hal itu menyebabkan hikmat yang diajarkan menjadi tidak sinkron atau tidak harmonis. Apa pun yang terjadi dalam hidup, jika kita tidak mau mempunyai dasar pijak dan cara pandang yang sama, maka tidak pernah terjadi kesepakatan. Sebaliknya, akan terus muncul perbedaan pendapat, pertentangan, konflik, dan kesalahan.
Yang Mendengar Tinggal Aman
August 3, 2018