Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Yohanes dan Yakobus: Memerintah vs Melayani

Yohanes dan Yakobus: Memerintah vs Melayani

Mat 20:20-28

Pdt. Agus Surjanto

Yohanes dan Yakobus adalah dua murid Tuhan Yesus yang sangat dekat dengan Dia. Bersama dengan Petrus mereka bertiga sering diajak oleh Tuhan Yesus untuk mengalami pengalaman khusus dengan Dia (Mat 17:1; Mrk 5:37, 13:3). Mereka memang bukan murid asli Tuhan Yesus. Mereka adalah murid Yohanes Pembaptis yang kemudian oleh Yohanes Pembaptis diarahkan untuk mengikuti Tuhan Yesus (Yoh 1:35-37). Yohanes dan Yakobus termasuk murid Tuhan Yesus yang mula-mula sekali, dan sering diajak secara khusus mengalami pengalaman istimewa dengan Tuhan Yesus. Maka dapat dikatakan bahwa pengenalan mereka akan Tuhan Yesus pasti lebih dari murid-murid yang lain. Mereka berdua juga rupanya adalah orang yang cukup kaya dan cukup ternama di Galilea. Mereka punya orang upahan (Mrk 1:19-20), dan Yohanes mengenal Imam Besar secara pribadi (Yoh 18:15-16). 

Tidak banyak orang Galilea yang kenal dengan Iman Besar di Yerusalem. Antara Galilea dan Jerusalem ada daerah Samaria yang tidak mau dilewati oleh orang Yahudi karena orang Samaria dianggap bangsa campuran yang tidak jelas asal usulnya. Tidak mudah juga bagi orang seperti Yohanes dan Yakobus mau mengikuti rabi baru, walaupun guru mereka, yaitu Yohanes Pembaptis, telah memberikan rekomendasi untuk mengikuti Tuhan Yesus. Pada waktu itu, tidak lazim guru memanggil murid. Yang biasa terjadi adalah murid mencari rabi yang cocok kemudian “berguru” kepada rabi itu. Tetapi Tuhan Yesus adalah guru yang berbeda. Bukan murid yang memilih Dia, akan tetapi Dialah yang memilih mereka (Yoh 6:70).

Dengan “kemampuan” yang dimiliki Tuhan Yesus tentu saja tidak mengherankan kalau mungkin banyak orang ingin mengikuti Dia (Luk 9:57-62). Tetapi tidak semua orang yang mau mengikuti Dia dipilih menjadi murid-Nya. Sebagian besar justru ditolak dengan memasang syarat yang sangat sulit (Mat 19:22). Yohanes dan Yakobus dipilih oleh Tuhan Yesus bukan karena mereka yang mau atau karena mereka kaya atau karena mereka ternama dalam masyarakat. Yudas Iskariot yang akhirnya menjual Dia juga dipilih oleh Tuhan Yesus sendiri (Yoh 6:70-71). Kita tidak tahu dengan jelas kriteria pemilihan murid-murid Tuhan Yesus. Pemilihan ini mungkin sekali hanya semata-mata karena kasih karunia, sehingga Yudas Iskariot juga dipilih untuk menjadi murid Tuhan Yesus dan dengan demikian dia sebenarnya juga mempunyai “kesempatan” untuk bertobat. 

Sebagai orang Yahudi yang merindukan datangnya Mesias yang dipercaya akan membebaskan mereka dari jajahan orang Roma, maka tentu saja pengalaman-pengalaman Yohanes dan Yakobus yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus selama tiga setengah tahun ini, memberi harapan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang sedang dinantikan itu. Bayangan bahwa suatu hari kelak mereka akan menjadi orang terhormat mungkin bukan hanya ada dalam diri Yohanes dan Yakobus saja. Semua murid mungkin sedang memikirkan tempat terhormat tersebut. Bahkan Simon dengan terang-terangan bertanya bahwa mereka sudah meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Dia, lalu apa yang akan mereka peroleh nanti? Dan ternyata jawaban Tuhan Yesus sungguh mengena pada hati mereka. Tuhan berjanji bahwa kalau Dia bertakhta dalam kemuliaan nanti maka mereka akan memperoleh kehormatan itu (Mat 19:27-28).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *