Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Yosua: Panglima yang Beribadah

Orang berdosa memang sudah rusak sama sekali sehingga tidak lagi mampu melihat Pencipta yang begitu penuh anugerah, tetapi melihatnya sebagai penguasa yang mau mengatur hidup mereka. Inilah kerusakan dosa yang paling mengerikan. Yosua melihat dengan mata hatinya yang tajam akan kerusakan hati orang Israel. Karena itu ia mendirikan suatu batu peringatan supaya kalau suatu saat bangsa itu berbalik dari Allah dan menyembah ilah lain, mereka dapat ingat kembali akan keputusan mereka sendiri dengan melihat batu peringatan itu (Yos 24:25-27). Yosua tahu bahwa tidak mungkin dia dapat mengingatkan bangsa itu terus karena suatu saat pasti ia akan mati (Yos 24:28-29). Dan apa yang dikuatirkan oleh Yosua menjadi kenyataan karena memang hati bangsa itu penuh dengan dosa. Keinginan untuk menyamai Allah dan tidak rela untuk beribadah (baca melayani seperti budak) adalah pokok dari segala dosa. Iblis jatuh dalam dosa karena sebab yang sama. Adam dan Hawa juga jatuh karena hal itu. Keinginan berdosa itu akan lenyap ketika ada hati yang sungguh-sungguh beribadah, hati yang melihat bahwa diri ini adalah budak-Nya, tetapi budak yang dikasihi-Nya yang demi kasih-Nya Dia rela mati untuk budak-Nya itu. Dan dalam konteks formal, maka ibadah Sabat yang benar merupakan bekal kita selama seminggu untuk bertahan terhadap dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *