Kita semua tahu apakah doa itu dan bagaimana cara berdoa. Doa merupakan cara yang Tuhan berikan agar kita dapat berkomunikasi dengan-Nya. Berkomunikasi dengan-Nya adalah memperbincangkan apa pun yang ingin kita katakan, baik dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, bahkan dalam segala situasi dan kondisi, layaknya relasi antara seorang bapak dan anak.
Johann Arndt memberikan contoh doa yang sangat indah ketika ia merenungkan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Tipe doa seperti di atas mungkin jarang kita naikkan karena kita lebih sering berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan, entah itu meminta berkat, perlindungan, penyertaan, atau kekuatan agar kita mampu menghadapi tantangan apa pun dan menikmati berkat-berkat-Nya. Berbeda dengan doa yang dipanjatkan oleh Johann. Ia meminta agar Tuhan memberinya hati yang tidak pernah melupakan kasih Tuhan karena Tuhan telah memberikan kasih-Nya lebih dulu yang begitu besar, yakni berupa nyawa-Nya. Itulah yang sudah Tuhan berikan kepada kita.