Renungan Berjalan bersama Tuhan

Apakah Persaingan Bersifat Merusak?

Kita dapat belajar dari kisah yang menyedihkan ini. Apakah persaingan itu bersifat membangun atau merusak? Siapa yang patut dipersalahkan atas persaingan yang tidak sehat ini? Apabila sebuah persaingan menghasilkan pertumbuhan bisnis yang baik di kedua belah pihak, maka persaingan itu patut diteruskan. Namun, manakala persaingan itu didasari oleh keinginan untuk melihat kehancuran pihak lain, maka persaingan itu lebih baik dihentikan karena di dalamnya tidak ada kasih dan belas kasihan. “Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia” (Imamat 19:17). Inilah pesan Musa kepada bangsa Israel, termasuk kita: jangan membenci saudara kita. Kebencian berakar dari persaingan, iri hati, dan rasa tidak suka apabila saudara kita lebih maju daripada kita. Sejarah Israel dimulai dari anak-anak Yakub yang sangat membenci Yusuf, adik mereka sendiri. Di situlah tumbuh benih persaingan, rasa iri karena Yusuf lebih disayang oleh sang ayah. Itulah sebabnya Musa menganjurkan agar kita tidak menyuburkan rasa benci, tetapi belajar menegur sesame yang melakukan kesalahan. Ciptakan persaingan yang konstruktif, bukan destruktif. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *