Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup Orang Benar

Hidup Orang Benar “Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apa pun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka” (Amsal 12:21). Apa yang ada di benak kita ketika membaca bagian ini? Bagaimana dengan realitas kehidupan yang ada di masyarakat kita? Bukankah kebalikannya? Apa yang dialami orang benar, jujur, polos, baik, dan mempunyai hati yang benar-benar mau… Read More Hidup Orang Benar

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Bibir Benar Lidah Dusta

Bibir Benar Lidah Dusta oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata” (Amsal 12:19). Amsal dengan tepat mengamati makna perkataan yang sangat penting. Kata-kata bisa keluar hanya melalui mulut dan lidah kita. Lidah sangat lentur, karena tidak bertulang, mempunyai fungsi tidak hanya sebagai indra… Read More Bibir Benar Lidah Dusta

Khotbah Perjanjian Lama

Penyembuhan Luka Batin

Penyembuhan Luka Batin (Hakim-hakim 11:1-10,30-35) oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya    Saya mempunyai pengalaman tak terlupakan ketika beranjak remaja. Ketika orangtua melarang saya terlalu banyak bermain ke luar karena menjelang ujian, saya nekat bermain ke rumah teman. Malangnya, seekor anjing mencakar badan saya sampai berdarah-darah. Dengan ketakutan saya membersihkan darah yang mengalir tersebut. Saya memasang plester… Read More Penyembuhan Luka Batin

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Lidah Orang Bijak

Lidah Orang Bijak oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12:18). Masih ingatkah kita dengan simbol dari jari-jari kita atau bahasa tubuh, misalnya mata, mulut, dan telinga kita? Ibu jari yang kita kenal dengan jempol memberikan arti baik, setuju, bagus, oke. Jari… Read More Lidah Orang Bijak

Khotbah Perjanjian Lama

Setia di Tengah Luka

Setia di Tengah Luka (Yeremia 8:18-9:1) oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Sebagai seorang pendeta, beberapa kali saya mendapatkan keistimewaan tertentu, seperti ketika saya mengantre untuk mengambil makan, dan tanpa sengaja piring saya menyentuh orang di depan saya. Ketika orang itu berbalik, dan mengenali saya, maka ia berkata, “Oh … Pak Wahyu, Pak Pendeta, silakan duluan,… Read More Setia di Tengah Luka

Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Sakit Hati

Aku Sakit Hati! oleh: Pdt. Nathanael Channing   “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh” (Amsal 12:16). Setiap orang pasti pernah mempunyai pengalaman yang menyakitkan hati. Hati bisa sakit karena berkaitan dengan perasaan. Sakit hati muncul saat perasaan terusik atau tersinggung karena harga diri yang direndahkan, diejek, diremehkan, dihina,… Read More Aku Sakit Hati

Khotbah Perjanjian Lama

Belajar Menerima Walau Terluka

Belajar Menerima Walau Terluka (Kejadian 50:15-21) oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya   Salah satu tugas saya sebagai pendeta adalah melaksanakan pemberkatan pernikahan. Bagian yang paling menarik perhatian saya adalah ketika calon suami isteri itu di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya mengucapkan, “… di hadapan Allah dan jemaat-Nya aku mengaku dan menyatakan menerima dan mengambilmu sebagai istriku/suamiku.… Read More Belajar Menerima Walau Terluka