Ketika selesai mandi, mereka mencari pakaian mereka, tapi pakaian mereka sudah lenyap. “Ke mana baju dan celana kami, pak Udin?” tanya anak-anak itu penuh kecurigaan. Jawab pak Udin: “Oh, pakaian kalian sudah kupakai untuk membuat api guna membakar kambing ini. Kalian tidak membutuhkannya lagi bukan? Ingat, nanti malam dunia akan kiamat!”
Saudara boleh tertawa dengan cerita pak Udin dan anak-anak dengan kambing gulingnya. Namun, di situ kita diperingatkan agar tidak bersikap seperti anak-anak itu, karena kadang hal tersebut dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok Kristen saat menunggu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya? Ambillah contoh kejadian di Amerika. Harold Camping meramalkan kiamat akan dimulai pada 21 Mei 2011. Sekitar 200 juta umat terpilih akan naik ke sorga, meninggalkan bumi yang menjelma bak neraka selama 5 bulan. Lalu, pada 21 Oktober di tahun yang sama, kehidupan benar-benar berakhir. Banyak orang yang panik dibuatnya. Ada yang meninggalkan pekerjaan, merelakan semua harta benda, bahkan bunuh diri. Hal yang sama terjadi juga di Bandung. Pdt. Mangapin Sibuea dan pengikutnya, yang percaya pengangkatan atau hari kiamat terjadi pada 10 November 2003 pukul 24.00 WIB, menjual seluruh harta benda mereka. Belakangan terbukti, semua itu omong kosong belaka.