Renungan Berjalan bersama Tuhan

Khotbah Natal: Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan

Khotbah Natal: Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan

1Petrus 1:22 – 2:3

Andy Kirana

Saudara-saudara yang dikasihi Kristus… Pada perayaan Natal 2021 hari ini, saya ingin mengajak Saudara semua untuk melihat ke belakang pada pengalaman seorang filsuf Athena abad kedua yang bernama Aristides (90-150). Ia diutus oleh Hadrianus, Kaisar Roma, untuk menyelidiki makhluk-makhluk aneh yang dikenal sebagai “orang-orang Kristen.” Setelah Aristides menyelidiki langsung dengan menyaksikan tingkah laku dan perbuatan mereka, ia kembali dengan berbagai macam laporan. Salah satu kata-kata yang keluar dari bibir Aristides yang disampaikan kepada Kaisar Hadrianus adalah: “Lihat, bagaimana mereka saling mengasihi satu dengan yang lain.” Inilah salah satu dari komentar paling mendalam yang pernah dibuat sehubungan dengan gereja mula-mula. Kata-kata yang abadi dan terus menggema di sepanjang sejarah.

Apakah gema kata-kata itu masih terdengar sampai sekarang ini? Seberapa sering kita mendengar kata-kata seperti itu dewasa ini dari orang-orang yang tidak mengenal Kristus, tetapi yang sudah mengawasi dan memperhatikan kita sebagai orang yang sudah mengenal Kristus? Apa benar kata-kata ini yang mereka ucapkan, “Lihat, bagaimana mereka saling mengasihi satu dengan yang lain.” Saya kok lebih cenderung berpikir bahwa yang lebih banyak mereka katakan adalah, “Lihat! Bagaimana mereka saling melukai satu dengan yang lain!” –  “Lihat! Bagaimana mereka saling menghakimi satu dengan yang lain!” – “Lihat! Bagaimana mereka saling mengkritik satu dengan yang lain!” – “Lihat! Bagaimana mereka saling bertengkar satu dengan yang lain!”

Orang-orang Kristen seharusnya ditandai dengan persaudaraan melalui kasih sejati antara satu dengan yang lain, tetapi gereja dewasa ini jarang sekali menunjukkan kualitas yang seperti itu. Apakah Saudara tidak setuju dengan pernyataan tersebut? Cobalah duduk dan amati apa yang terjadi di dalam gereja Saudara. Apakah Saudara sangat terkesan dengan kasih persaudaraan yang dimunculkan dari orang-orang percaya di gereja Saudara? Saudara mungkin sangat sedih, kecewa dan prihatin karena terjadi permainan politik kekuasaan dan pertentangan yang tidak berarti, sehingga menghalangi kemampuan untuk hidup dalam kasih persaudaraan. Mari saat ini kita belajar mengerti, menghargai dan mempraktikkan nasihat rasul Petrus tentang kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan. 

Saudara-saudara yang dikasihi Kristus… Pertama-tama kita harus ingat bahwa surat ini ditulis oleh rasul Petrus bagi mereka yang hidup sebagai orang asing di dunia yang tidak ramah. Mereka terluka, sangat tertekan, hidup dalam berbagai-bagai ujian. Beberapa dari mereka bahkan dikejar-kejar dan dibunuh. Apalagi saat itu kaisar Nero yang menduduki takhta di Roma, kegilaannya membuat ngeri bagi orang yang ingin menjadi Kristen. Beberapa orang, tidak diragukan lagi, digodai untuk menyesuaikan, berkompromi, atau putus asa. Pada waktu seseorang merasa terluka dan putus asa, maka sangat mudah sekali kasihnya semakin menipis. Oleh karena itu, mereka perlu untuk berkumpul bersama-sama dan saling memberikan dukungan satu dengan yang lain. Mereka memerlukan satu komunitas di mana mereka dapat diterima dan menemukan kesatuan. Mereka perlu untuk menampilkan diri mereka sebagai saudara-saudara dalam keluarga Allah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *