Tetapi bukankah itu merupakan hal yang tidak mudah? Bukankah berperang melawan kedagingan seringkali menyakitkan, penuh pengorbanan, dan terkadang memalukan? Atas dasar apakah kita wajib melakukan Perang Suci tersebut?
-
Melakukan Perang Suci dengan Dasar Kasih Karunia (6-11)
Saudara, teks yang kita baca mengatakan bahwa bangsa Israel adalah pilihan Allah sendiri. Ia merupakan “umat kesayangan-Nya;” atau lebih tepat lagi, “harta kesayangan-Nya!” Melihat segala yang dikerjakan oleh Allah kepada bangsa Israel, rasanya keterlaluan apabila Israel tidak menyadari bahwa ia begitu spesial, begitu berharga. Israel sangatlah istimewa, tetapi bukan karena banyak jumlah mereka; bukan karena gagah prajurit-prajurit mereka; malahan mereka adalah bangsa yang paling kecil dari segala bangsa. Bukan karena semua ini Allah hashaq; “terpikat”—yang memiliki makna seorang pemuda yang terpikat oleh seorang wanita—kepada Israel. Tetapi oleh karena Allah memang mengasihi mereka; dan juga karena kesetiaan-Nya kepada janji-Nya kepada Abraham. Bangsa Israel tidak berhak mendapatkannya.